Ditentang Masyarakat, Pembangunan Tower Tetap Berlanjut

Ditentang Masyarakat, Pembangunan Tower Tetap Berlanjut

Pembangunan tower.

(dgh/rzd)

Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:02

Analisadaily (Medan) - Walau ditentang warga sekitar, pihak pengembang tetap melanjutkan pembangunan tower seluler di Jalan Perhubungan, Gang Saudara, Dusun IV, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan. Warga geram dan bertekad akan menyegel tower tersebut.

Menurut seorang warga, Khairul Sani (52), sejak dibangunnya tower sepanjang 36 meter di dekat rumahnya, ia dan keluarga terus dihantui rasa kecemasan. Apalagi jika hujan deras disertai petir, mereka cemas jika-jika tower itu akan menjadi petaka.

"Dari awal saya sudah suruh berhenti, pada waktu pemasangan tiang ke-4 menuju tiang ke-5. Jujur saja, kita nggak tau yang namanya radiasi atau dampak kerusakan barang elektronik dari pembangunan tower ini, seperti yang ditakuti warga lain, yang jelas kami takut tower itu tumbang menimpa rumah kami," kata Khairul, Kamis (11/8).

Penolakan juga dilontarkan Sunardi (40). Ia yang rumahnya langsung bersebelahan dengan pembangunan tiang tower merasa kesal terhadap pemilik lahan, serta pihak pengembang (pemilik tower) yang hanya mementingkan keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampak negatif yang diterima masyarakat atas keberadaan tower.

"Nggak sedapnya itu, awalnya dia (pengembang) ngambil titik ingin mendirikannya di depan rumah saya. Udah jelas kami tolak, eh malah pindah ke sebelah rumah saya. Kami di sini ketakutan bang, kami nggak mau ada tower di situ," ungkapnya.

Setelah berkumpul dan merundingkannya, puluhan warga yang menolak pembangunan tower secara tegas mengatakan akan mengambil sikap dengan menyegel paksa setelah surat penolakan dan aksi demo yang akan mereka lakukan diserahkan ke perangkat desa, camat, serta pihak kepolisian.

Kepling Dusun IV, Edi Tono, saat dikonfirmasi terkait pembangunan tower mengaku pihak pemilik lahan (Gurgur) telah mendahuluinya sebagai Kepala Lingkungan setempat, lantaran pemilik lahan langsung berurusan dengan pengembang (pemilik tower).

Seorang penanggung jawab tower, Badui, menepis tuduhan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan sosialisasi atas pendirian tower. Bahkan ia sendiri mengaku langsung menyerahkan uang kompensasi sebesar Rp 200 ribu per orang kepada warga sekitar.

"Jangan bilang kami tidak ada sosialisasi ke masyarakat. Saya langsung yang memberikan uang kompensasi kepada masyarakat," terangnya.

(dgh/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar