Diskon Bermunculan Jelang Lebaran, Masyarakat Diimbau Jeli

Diskon Bermunculan Jelang Lebaran, Masyarakat Diimbau Jeli

Ilustrasi (Pixabay)

(rel/rzd)

Jumat, 31 Mei 2019 | 16:22

Analisadaily (Medan) – Menjelang Lebaran 2019, program diskon mulai bermunculan di berbagai pusat perbelanjaan yang ada di Kota Medan. Diskon menjadi salah satu strategi penjual untuk menarik minat pembeli.

Di saat musim belanja mengalami peningkatan seperti yang terjadi menjelang Lebaran, tawaran diskon diharapkan mampu menarik minat banyak pembeli agar mengunjungi outlet penjual pemberi diskon.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin menilai, diskon hanya pemanis. Menurutnya, masyarakat harus jeli dalam memutuskan untuk membeli sesuatu meski diskon terlihat begitu menggoda.

“Sepanjang pemantauan yang saya lakukan, harga barang yang dijual pada saat menjelang Lebaran ini relatif tidak jauh berbeda dengan harga hari normal. Ya, tetap saja kecenderungan harga naik. Gimana dengan diskon itu sendiri? Nah, di sini yang saya masih bertanya apakah memang benar diskon itu ada,” kata Gunawan, Jumat (31/5).

Gunawan menyebut, jika mengacu kepada harga banderol barang sebelum dipotong diskon, dirinya sering menemukan harga barang tersebut banyak yang sudah dinaikkan terlebih dahulu sebelum dikasih harga diskon.

“Nah, di sini berarti diskon tersebut semu. Tetapi tetap ada juga sejumlah outlet yang memang benar-benar menjual harga barang lebih miring,” sebutnya.

Tetapi menurut Gunawan, barang tersebut umumnya dijual karena beberapa hal seperti sudah ketinggalan model, bersih-bersih stok barang penjual, masa kadaluarsa yang semakin dekat (untuk makanan) dan yang paling sering ditemukan adalah obral yang dilakukan oleh penjual untuk menghabiskan barang di saat masa-masa berdagang mulai usai.

“Contoh untuk yang terakhir ini adalah adanya kecenderungan pedagang obral barang di saat malam takbiran sebelum Lebaran. Jadi, mereka yang rutin berbelanja di pusat perbelanjaan akan lebih memahami mana barang yang diskon beneran dan mana yang tidak,” jelas Gunawan.

“Tetapi bagi masyarakat yang berbelanja barang tertentu (contoh pakaian) yang sifatnya tidak rutin misalkan 2 atau bahkan 1 kali setiap tahunnya. Nah, konsumen yang berbelanja tidak rutin tersebut berpeluang terkena jebakan diskon yang ditawarkan oleh pedagang,” lanjutnya.

Diungkapkan Gunawan, untuk tipsnya adalah bandingkan harga secara online terlebih dahulu supaya mendapatkan gambaran harga barang yang sejenis yang hendak dibeli. Artinya, lakukan benchmarking (acuan harga) terlebih dahulu, sehingga bisa mendapatkan gambaran harga barang yang mau dibeli nantinya.

“Jangan terpaku kepada tawaran diskon, tetapi pastikan harga barang yang kita beli ini tidak berbeda jauh dibandingkan dengan harga di tempat lain,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Gunawan berpesan, manfaatkan semaksimal mungkin tawaran belanja hemat melalui dompet atau transaksi elektronik untuk mendapatkan potongan harga. Tanamkan prinsip bahwa pedagang itu tetap mau untung, sehingga diskon yang ditawarkan bisa saja hanya ‘jebakan’.

“Pastikan kita memang benar membutuhkan barang tersebut, dari hanya sekedar keinginan semata, hal ini membuat kita lebih bijak dalam berbelanja. Akan lebih baik lagi jika lebih mengedepankan kebutuhan yang sifatnya jangka panjang ketimbang hanya memenuhi keinginan untuk hanya sekadar bergaya,” tandasnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar