Disdik Kota Medan Mulai Salurkan Naskah UNKP SMP

Disdik Kota Medan Mulai Salurkan Naskah UNKP SMP

Naskah UNKP SMP.

(aa/rzd)

Jumat, 20 April 2018 | 14:07

Analisadaily (Medan) - Setelah tingkat SMA-sederajat menggelar Ujian Nasional (UN) beberapa pekan lalu, kini giliran SMP-sederajat yang akan melaksanakannya. UN SMP-sederajat akan dilaksanakan 23-26 April 2018.

Jika UN SMA-sederajat diwajibkan berbasis komputer atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), untuk tingkat SMP-sederajat tidak wajib UNBK.

Meski demikian, tetap ada sekolah-sekolah tingkat SMP-sederajat di Kota Medan menggelar UNBK 2018. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan menyebut ada peningkatan 100 persen lebih jumlah sekolah yang menggelar UNBK tahun ini.

"Jika tahun lalu ada 54 sekolah, tahun ini meningkat drastis menjadi 112 sekolah atau naik dua kali lipat," kata Kadisdik Kota Medan melalui Kabid Pendidikan Dasar, Masrul Badri, Jumat (20/4).

Jumlah 112 sekolah yang menggelar UNBK itu dari 447 SMP/MTs yang menggelar UN tahun ini. "Jadi sisanya atau 335 sekolah masih metode menggunakan naskah atau Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP)," sebutnya.

UN dengan menggunakan naskah tahun ini turun dari tahun sebelumnya karena seiring meningkatnya menerapkan UNBK.

"Jika tahun lalu ada ribuan kotak naskah yang kami terima, tahun ini hanya 711 kotak. Kotak-kotak itu berisi naskah ujian, lembar jawaban, dan sebagainya," paparnya.

Baik UNBK maupun UNKP mengujikan empat mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia pada (23 April), Matematika (24 April), Bahasa Inggris (25 April), dan Ilmu Pengetahuan Alam (26 April).

"Tingkat kerahasiaan naskah UNKP dijamin aman karena dijaga pihak kepolisian dan akan didistribusikan hari ini ke sekolah-sekolah melalui 48 sub rayon," ujarnya.

Sementara persiapan UNBK di Kota Medan, diserahkan ke sekolah masing-masing. Oleh karenanya diharapkan koneksi internet dan listrik selama UNBK tidak ada kendala.

Jangan jadikan UN sebagai momok, tapi jadikan sebagai pelecut semangat bagi peserta ujian. Sebab UN tidak lagi jadi patokan untuk seorang siswa lulus atau tidak. UN hanya sebagai pemetaan kompetensi kualitas pendidikan.

"Yang menentukan adalah guru dan sekolah. Karena mereka lah yang lebih tahu sikap, perilaku, serta pengetahuan dan keterampilan si anak selama menempuh pendidikan," pungkasnya.

(aa/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar