Dirjen Bea dan Cukai Musnahkan Bibit Pohon Kurma

Dirjen Bea dan Cukai Musnahkan Bibit Pohon Kurma

Pemusnahan bibit pohon kurma ilegal di Dermaga Bea Cukai Sumatera Utara, Kamis (15/6)

(jw/csp)

Kamis, 15 Juni 2017 | 19:04

Analisadaily (Medan) - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh memusnahkan barang ilegal berupa bibit pohon kurma sebanyak 1.231 di Dermaga Bea Cukai Sumatera Utara, Kamis (15/6).

Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, Rusman Hadi mengatakan, barang sitaan merupakan hasil penggagalan upaya penyelundupan selama Mei sampai Juni 2017.

Petugas melakukan Patroli Laut yang terhabung dalam Tim Operasi Jaring Sriwijaya, berhasil menggalkan upaya penyelundupan barang impor ilegal melalui perairan timur Pulau Sumatera sebanyak tiga kali.

Pertama dan kedua, pada 6 dan 18 Mei 2017, terhadap Kapal Motor Sahabat Jaya I. Kemudian, Kapal Motor Harapan Tujuh, yang dinahkodai D dan M. Dari ketiganya, petugas mengamankan 1.231 batang bibit kurma.

“80 batang pohon kurma dengan panjang 8 meter, beratnya 5.000 kilogram dan 61 kotak makanan kucing," kata Rusman di Dermaga Bea Cukai Sumut.

Rusman Hadi juga menjelaskan, barang-barang ilegal itu diangkut dari Pelabuhan Satun, Thailand dengan tujuan Aceh Tamiang. Pada saat dideteksi keberadaannya, nahkoda kapal mencoba melarikan diri, dan tidak mengindahkan peringatan petugas.

"Namun, setelah dilakukan pengejaran, mereka beserta kapalnya ditangkap dan diamankan di Dermaga Bea Cukai Sumatera Utara," jelasnya.

Mengingat bibit dan pohon kurma itu berpotensi membawa hama penyakit maka kurang lebih ribuan bibit dan pohon kurma dimusnahkan dengan cara dipotong, dibakar, dan ditanam.

Atas upaya penyelundupan, kedua nahkoda yang tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan ini, melanggar Pasal 102 huruf a UU No 10 tahun 1995, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar