Dilarang Memasuki Radius 1 Km dari Kawah Gunung Bromo

Dilarang Memasuki Radius 1 Km dari Kawah Gunung Bromo

Erupsi Gunung Bromo, Sabtu (20/7)

(rel/csp)

Sabtu, 20 Juli 2019 | 11:04

Analisadaily (Jawa Timur) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melaporkan, masyarakat sempat panik saat Gunung Bromo mengalami erupsi pada Jumat (19/9) malam, namun kondisi sudah kembali kondusif pasca erupsi.

Erupsi Gunung Bromo terjadi pada pukul 16:37 WIB. Tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi sekitar 7 menit 14 detik.

Pantauan hingga Sabtu (20/7) pukul 06.00 WIB, cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat daya, barat, dan barat laut. Secara visual, gunung terlihat jelas, sedangkan dari parameter lain tremor menerus terekam dengan amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm).

Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kejadian aliran air disertai material batuan berukuran abu hingga pasir merupakan fenomena alam biasa dan tidak terkait langsung dengan aktivitas erupsi.

"Kejadian banjir diakibatkan karena hujan yang terjadi di sekitar Kaldera Tengger dan puncak Gunung Bromo bersamaan dengan kejadian erupsi yang menghasilkan abu vulkanik," ujar Kepala PVMBG, Kasbani sebagaimana informasi yang diterima Analisadaily.com.

PVMBG juga menyebutkan, morfologi kaldera Tengger merupakan topografi rendah yang dikelilingi perbukitan sehingga jika terjadi hujan, aliran air akan bergerak ke arah dasar kaldera.

Endapan batuan di sekitar perbukitan Kaldera Tengger dan puncak G. Bromo umumnya terdiri dari produk jatuhan yang bersifat lepas, sehingga akan mudah tergerus oleh air hujan.

Masih dari sumber PVMBG, berdasarkan pemantauan cuaca pada 1 hingga 18 Juli 2019 cuaca di sekitar Gunung Bromo cerah, berawan hingga mendung. Tetapi pada 19 Juli 2019 pukul 16.43 WIB, PVMBG mencatat satu kali hujan gerimis.

"Curah hujan tercatat di Pos PGA Bromo sebesar 0.4 mm. Aliran banjir berasal dari sisi barat daya lereng Gunung Bromo memutari Gunung Batok ke arah barat. Getaran banjir terekam di seismograph dengan amplitudo maksimum 1 mm dan lama gempa 3 menit 20 detik,” tambahnya.

Gunung dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut ini masih berstatus level II (Waspada). PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung, wisatawan atau pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo.

Berdasarkan catatan sejarah, letusan atau peningkatan kegiatan vulkanik Gunungapi Bromo mulai tercatat sejak tahun 1804. Dilihat dari periode letusan, erupsi dapat berlangsung pendek maupun panjang.

Periode pendek terjadi pada durasi beberapa hari saja, seperti pada 12 - 14 Juni 1860, sedangkan periode terpanjang yaitu 16 tahun.

(rel/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar