Diklatsus Nasional LEMI Medan, 'Ekonomi Mandiri Dalam Tantangan Globalisasi'

Diklatsus Nasional LEMI Medan, 'Ekonomi Mandiri Dalam Tantangan Globalisasi'

Peserta Diklatsus Tingkat Nasional yang diadakan LEMI HMI Cabang Medan

(rel/eal)

Rabu, 3 April 2019 | 16:26

Analisadaily (Medan) - Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI) HMI Cabang Medan menggelar Pendidikan dan Latihan Khusus (Diklatsus) Tingkat Nasional selama tiga hari di Gedung Hijr Ismail, Asrama Haji, Medan.

Diklatsus yang diadakan berlangsung mulai 30 Maret sampai 2 April 2019 ini mengangkat tema 'Ekonomi Mandiri dalam Tantangan Globalisasi'.

Dalam kegiatan tersebut pengurus mengundang beberapa narasumber yang berkompeten dalam bidang ekonomi dan keuangan seperti Corporate Transformation Group Head of Bank Syariah Mandiri, Suhendar, CA; General Manager Global Holding Ridwan bin Alisabi, pimpinan OJK Sumatera Utara, Prof. Ramli, Syafrizal Helmi S dan Syahrial Alrasyid.

Direktur Eksekutif LEMI HMI Cabang Medan, Taufik Kurniawan mengatakan, HMI besar dikarenakan konsisten dalam perkaderan. Hal itu harus diikuti oleh LEMI ke depannya.

"Saat ini LEMI masih dalam tahap rekontruksi, banyak perbaikan yang harus dibenahi, salah satunya dengan menggiatkan perkaderan lembaga untuk menciptakan kader yang progresif dan revolusioner sehingga bisa menjawab tantangan zaman dan memudahkan HMI dalam mewujudkan cita-citanya yakni merealisasikan insan cita," kata Taufik, Rabu (3/4).

Di era revolusi industri 4.0 dan AFTA, sambung Taufik, kebutuhan yang paling utama ialah keahlian profesi. HMI harus menjawabnya dengan melaksanakan training ataupun workshop dengan fokus keahlian profesi masing-masing.

"Hal ini agar lapangan kerja kita tidak dicecali oleh tenaga kerja asing dikarenakan pemuda lokal tidak punya kemampuan khusus ataupun skill sehingga membuat kita terjajah di negeri sendiri," tukasnya.

Sementara Ketua KAHMI Medan, Hasim Purba, mengatakan bahwa HMI saat ini sudah mengalami peningkatan akibat kemajuan zaman.

"Zaman dulu kader HMI fokus di dunia politik dan akademisi. Nah, sekarang tidak bisa hanya seperti itu. Kader HMI harus mampu menyesuaikan dengan kemajuan zaman. Berwirausaha dan ahli profesi adalah kebutuhan adik-adik untuk menguasai aset-aset Indonesia supaya tidak jatuh ke tangan asing. Gambaran perilaku mahasiswa hari ini akan menentukan masa depan indonesia mendatang," imbaunya.

Direktur Eksekutif Bakornas LEMI PB HMI, Arven Marta, yang turut hadir dalam Diklatsus ini berpesan agar LEMI dijadikan cara perjuangan HMI.

"Kita akan fokus membenahi LEMI dengan melaksanakan kegiatan perkaderan Diklatsus dan pendampingan dalam pembentukan LEMI baru di setiap cabang. Sekarang LEMI sudah ada di 35 cabang se-Indonesia, target kita dalam periodesasi kali ini bisa mencapai 30% dari total 200-an cabang HMI yang ada," tegasnya.

Peserta Diklatsus LEMI HMI Cabang Medan menjalani feel trip di Danau Toba

Peserta Diklatsus LEMI HMI Cabang Medan menjalani feel trip di Danau Toba

"Saya komitmen akan melakukan komunikasi kepada setiap cabang dalam hal pembentukan LEMI dan pendampingan dalam jalannya kepengurusan," pungkas Arven.

Mar'ie Muhammad Abduh selaku Direktur Diklat LEMI Medan sekaligus Ketua Panitia sangat berterimakasih kepada seluruh elemen yang mendukung dan menyukseskan diklat nasional LEMI HMI Cabang Medan.

Mar'ie berharap kepada seluruh peserta agar nantinya mampu mengimplementasikan ilmu yang diserap karena semua peserta yang mengikuti diklatsus nasional menjadi harapan masa depan perkembangan ekonomi Indonesia.

Pada akhir diklatsus, para peserta mengikuti feel trip yang difasilitasi oleh panitia ke Danau Toba untuk melihat pesona alam dan budaya Sumatera Utara.

(rel/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar