Dihadang Polisi, Massa Tumbangkan Pagar PTPN ll

Dihadang Polisi, Massa Tumbangkan Pagar PTPN ll

Pagar Kantor PTPN II di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, ditumbangkan massa pengunjuk rasa, Kamis (10/8)

(jw/eal)

Kamis, 10 Agustus 2017 | 15:41

"Kalau Anda mengatakan ada disini karena undang-undang, maka kami juga hadir disini karena undang-undang"

Iwan Tarigan (Koordinator Aksi)

Analisadaily (Deli Serdang) - Saat menyampaikan tuntutan di depan Kantor PTPN II Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, ratusan pengunjuk rasa yang menamakan diri Masyarakat Adat Sibayak Lau Cih bersama ratusan anggota OKP sempat emosi dan mendorong gerbang Kantor PTPN II hingga tumbang, Kamis (10/8).

Emosi warga dan anggota OKP itu tersulut akibat petugas kepolisian menutup pagar Kantor PTPN ll. Padahal, massa masih menyampaikan protes atas pembersihan lahan yang dianggap sebagai tanah ulayat.

Akibat penutupan pagar itu, masyarakat bersama OKP saling dorong dengan aparat kepolisian hingga membuat pagar PTPN II roboh.

"Kami kesini mau menyampaikan aspirasi. Jangan kalian halangi kami untuk menyampaikan aspirasi ini," sorak pengunjuk rasa.

Melihat pagar Kantor PTPN II tumbang, ratusan polisi langsung memasang pagar betis untuk mencegah massa masuk ke Kantor PTPN II.

"Kalau Anda mengatakan ada disini karena undang-undang, maka kami juga hadir disini karena undang-undang," teriak salah seorang koordinasi aksi, Iwan Tarigan.

Terkait sengketa lahan yang dianggap masyarakat Adat Sibayak Lau Cih sebagai tanah ulayat, DPRD Sumatera Utara telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Dalam rekomendasinya, Komisi A DPRD Sumut meminta agar seluruh aktivitas di atas lahan yang menjadi polemik tersebut dihentikan sementara.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Syamsul Qodri Marpaung menegaskan, pihaknya akan turun langsung ke lokasi tersebut pada tanggal 15 Agustus 2017 mendatang.

"Kami akan turun langsung ke lokasi pada Selasa (15/8) mendatang. Nantinya seluruh pihak yang bertikai, baik masyarakat maupun PTPN II akan kita jumpai untuk menyelesaikan pertikaian tersebut," tegasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar