Diduga Terlibat, Rudi Serahkan Dua Anaknya ke Polisi

Diduga Terlibat, Rudi Serahkan Dua Anaknya ke Polisi

Tim gabungan saat berjaga di lokasi penggeledahan di Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Canang Kering, Kecamatan Medan Belawan pasca bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Jumat (15/11)

(jw/csp)

Jumat, 15 November 2019 | 16:48

Analisadaily (Medan) - Orang tua dari Aris dan Fadli, Rudi Suharto, terlihat sedih melihat kedua anaknya diamankan polisi pada Kamis (14/11) malam di Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Canang Kering, Kecamatan Medan Belawan.

"Ya sedihlah kita melihat anak seperti ini," tutur Rudi kepada awak media saat ditemui kediamannya, Jumat (15/11) sore.

Ia menceritakan, selama anaknya ikut pengajian tidak ada keganjilan yang dirasakan dan yang mengaji hanya kawan-kawan di sini. Anaknya juga sering menjaga tambak di hutan mangrove yang tidak jauh dari rumahnya.

"Kalau digubuk itu saya sehari bisa 3-4 kali ke kolam. Jadi saya tahu kondisinya," ucapnya.

Gubuk di area tambak miliknya didirikan untuk menjaga tambak. Gubuk isinya barang kegiatan sehari-hari, seperti cangkul dan parang. Di situ ditaruh kepiting dan ada juga bibit ikan. Sehari-harinya, mereka sering duduk-duduk di situ.

"Sewaktu kejadian bom pun, orang itu kumpul di situ bertiga," terangnya.

Terkait apakah benar dugaan bom dirakit pada lokasi gubuk di tambak, Rudi tak berani menjawab secara tegas. Menurutnya biarlah pihak kepolisian yang lakukan penyelidikan.

"Kalau itu saya kurang tahu. Tapi nanti kan ada hasil pemeriksaan dari polisi. Ada kejanggalan apa tidak," jawabnya.

Rudi lanjut menceritakan, sore setelah kejadian atau pukul 15.00 WIB, ia menonton televisi dan sekilas melihat wajah Rabbial Muslim Nasution di televisi.

Dia merupakan orang yang pernah melintas dan bertegur sapa dengannya. Dia juga mengaku kenal Rabbial dari anak-anaknya.

"Jadi waktu kejadian sore itu saya ke gubuk. Sekitar pukul 15.00 WIB, saya pulang ke rumah dan buka TV. Pas lihat TV nampak sketsa si Rabbial," terangnya.

Saat malam tiba, sekitar pukul 20.30 WIB, Rudi membawa kedua anaknya Fadli dan Aris ke rumah kepala lingkungan (Kepling) setempat.

Sedangkan seorang anak lainnya bernama Andre tidak nampak lagi saat Magrib, setelah ia sempat pulang untuk mengambil makan pada sore hari.

"Anak saya memang tidak saya kasih lari. Sempat saya tanya kok bisa kayak gini kalian. Kan bapak suruh ngaji bagus-bagus. Saya bilang kalian harus bertanggung jawab. Karena sampai kapan pun kalian lari pasti akan dicari terus," tutur Rudi.

Tak lama berselang sekitar pukul 21.00 WIB pihak kepolisian datang ke rumah Kepling dan setelah dilakukan interogasi akhirnya pada pukul 22.00 WIB Aris dan Fadli diamankan kepolisian.

"Anak saya diamankan dirumah Kepling. Karena Kepling kemarin minta untuk cari informasi. Dia sempat bilang 'cemana kok bisa kayak gini kalian?. Sampai akhirnya polisi menjemput anak saya. Sedangkan seorang anak lainnya tidak nampak sejak sore," jelasnya.

Sampai sekarang petugas terus menyisir dan menggeledah beberapa rumah dan gubuk tempat yang diduga sebagi membuat bom. Dan, lokasi masih di garis polisi, wartawan dan masyarakat dilarang mendekat.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar