Di Bali, Menhan Kembali Ingatkan Loyalitas TNI Harus Tegak Lurus ke Presiden

Di Bali, Menhan Kembali Ingatkan Loyalitas TNI Harus Tegak Lurus ke Presiden

Foto/dtc

Jumat, 26 Desember 2014 | 11:04

detikNews - Denpasar, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu hari ini melanjutkan kunjungannya ke Bali. Menhan memberikan pengarahan kepada perwira TNI se-Bali. Dalam pengarahannya, Menhan menekankan bahwa Presiden merupakan panglima tertinggi, tidak boleh ada loyalitas ganda.

"Sebagai prajurit TNI, kita harus memiliki loyalitas tegak lurus kepada pemerintah yang menerima mandat dari rakyat, presiden joko Widodo sebagai panglima tertinggi," kata Menhan Ryamizard.

Menhan menyampaikan ini di hadapan 516 Perwira TNI se-Bali. Acara pengarahan itu digelar di Aula Sthanayudha Kodam IX Udayana, Bali, Jumat (‎26/12/2014).

"Saya sampaikan, saya tekankan pada kalian, loyalitas ini tak boleh ditawar-tidah, tidak ada boleh loyalitas ganda. Saya ulang, loyalitas tegak lurus, tidak ada loyalitas ganda.‎ Tapi ‎silaturrahmi kepada para presiden terdahulu, sejatinya adalah kewajiban, harus tetap dijaga. Presiden terdahulu adalah pemimpin kita, agar tetap menghormati presiden-presiden terdahulu‎," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Menhan juga meminta kepada seluruh jajarannya untuk meningkatkan kemampuan. Menurut Menhan, musuh nyata saat ini bukan lah perang besar-besaran. Melainkan, yaitu yang terkait dengan terorisme, bencana alam, wabah penyakit, perampokan dan pencurian sumber daya alam, pelanggaran perbatasan, perang cyber dan intelijen dan penyalahgunaan narkotika‎.

‎"Bagaimana kita memberi contoh hidup tanpa narkoba, jangan tulisan aja. Juga jangan sampai keluarga kita kena narkoba," ucapnya.

"Memang nggak ada hubungannya, ini kaitannya dengan ketahanan negara, bagaimana mempertahankan negara kalau kena narkoba," tuturnya. (idh)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar