Destinasi Pariwisata Perbatasan Mulai Agresif Goyang Malaysia

Destinasi Pariwisata Perbatasan Mulai Agresif Goyang Malaysia

Pancur Aji (Flickr)

(rel/eal)

Senin, 14 Maret 2016 | 20:19

Analisadaily (Entikong) - Dampak beberapa event yang digelar Kementerian Pariwisata di cross border, Entikong, Kalimantan Barat mulai terdengar detaknya.

Banyak media yang mulai memberikan porsi exposure yang optimistik dari perbatasan Indonesia-Malaysia dan memiliki koneksitas ke Brunei Darussalam di Pulau Borneo tersebut.

"Publik juga sudah mulai heboh dengan mencari tahu, objek wisata alam apa saja yang ada di perbatasan Entikong itu," kata Deputi Pemasaran Mancanegara Kemanpar, I Gde Pitana.

Pitana sempat berdiskusi dan mendapatkan masukan dari anggota Komisi X DPR RI
Zulfadhli, serta mendengar keterangan perwakilan Kemenlu, Konjen RI di Kuching,
Jahar Gultom. Termasuk beberapa unsur Muspida kawasan perbatasan Entikong dalam rapat bersama DPR RI di Senayan.

"Optimis! Indonesia Incorporated. Berjuang untuk tujuan yang sama, membangun Indonesia, dengan persepsi yang sama, membangun negeri agar lebih berdaya," jelasnya, Senin (14/3).

Meski di Entikong suhunya sampai 37 derajat celcius, pertunjukkan musik dengan tajuk Entikong Music Concert 2016 tetap ramai diserbu masyarakat. Ribuan orang menyemut di Lapangan Patoka. Ada etnis Melayu, Dayak, Tionghoa, dan semua tumpah ruah menjadi satu.

Branding Wonderful Indonesia sontak menjadi terkenal di wilayah perbatasan. Jauh meninggalkan negeri Jiran Malaysia yang habis-habisan mempromosikan brand Truly Asia.

Di kawasan perbatasan itu, logo dan tulisan Wonderful Indonesia menggebrak agresif. Dua artis nasional yang sangat popular di Malaysia, Siti Liza dan Firman Siagian juga sukses menghipnotis ribuan masyarakat yang hadir menyaksikan Entikong Music Concert.

"Brand Wonderful Indonesia harus dinaikkan dulu, agar masuk dalam benak semua orang di kawasan perbatasan. Saat branding sudah kuat, memasukkan program apapun akan jadi lebih mudah," papar I Gde Pitana.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menambahkan, destinasi di perbatasan juga akan diperhatikan agar orang Malaysia bisa lebih lama berada di Indonesia. Syarat destinasi yang kuat menurutnya adalah 3A, akses, atraksi dan amenitas.

"Di perbatasan yang paling krusial adalah amenitas dan atraksi. Harus ada kamar hotel, homestay, restoran, café, transportasi lokal dan segala hal yang memudahkan wisatawan. Inilah PR Kemenpar selanjutnya," kata Arief Yahya.

Ada misi besar yang ingin diangkat Kemenpar di wilayah perbatasan Entikong. Ke depan, Entikong bisa diproyeksikan menjadi pintu masuk wisatawan Malaysia dan Brunei Darussalam. Karena itu, destinasi wisata perbatasan yang sangat beragam di wilayah Sanggau dan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat harus juga dipikirkan.

"Pemda yang memiliki destinasi juga harus mulai konsen memperbaiki diri," kata Menpar.

Wilayah itu punya potensi, eksotis, alamnya nyata dan bisa ditempuh sekitar tiga jam perjalanan dari perbatasan Entikong.

Sementara di Sanggau, ada beragam destinasi wisata yang bisa dijual ke Malaysia. Ada Pesona Wisata Alam Pancur Aji, Wisata alam dengan kawasan hutan lindung yang menyimpan beragam flora langka. Ada Kayu Tengkawang dan taman anggrek. Kawasan yang punya banyak satwa langka seperti orang utan dan aneka burung termasuk burung enggang khas Kalimantan.

Pancur Aji juga menawarkan wisata pesona air pegunungan seperti sungai Merobu, Engkuli, Bayu, Kenian, Setapang, Mongan dan Sungai Mawang. Sensasi keindahan alam, keaslian hutan yang menawarkan kesegaran alami serta arus sungai yang cukup deras merupakan salah satu tantangan sekaligus memberikan pengalaman yang menarik dan sangat disayangkan jika dilewatkan.

Bergeser sedikit ke utara, ada Danau Sentarum di Kabupaten Kapuas Hulu. Panorama alamnya jangan ditanya. Kalau dilihat dari Bukit Tekenang, danau ini tampak seperti area Arsipel di Taman Mini Indonesia Indah. Sebuah danau yang seolah-olah memiliki pulau-pulau kecil.

"Jadi program cross border tourism itu hanyalah pancingan. Kolam ikannya di Sanggau dan Kapuas Hulu. Jika infrastur penunjangnya beres, dari titik inilah bisa dieksplorasi turis asal Malaysia dan Brunei Darussalam dengan target angka yang lebih banyak lagi," lanjutnya.

(rel/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar