Demonstrasi Mahasiswa di DPRD Sumatera Utara Berujung Bentrok

Demonstrasi Mahasiswa di DPRD Sumatera Utara Berujung Bentrok

Mahasiswa, Polisi dan Satpam saat bentrok di depan kantor DPRD Sumatera Utara, Kamis (29/3)

(jw/csp)

Kamis, 29 Maret 2018 | 15:45

Analisadaily (Medan) - Demonstrasi yang digelar puluhan mahasiswa Kota Medan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara, berujung bentrok dengan kepolisian.

Kericuhan dipicu setelah massa aksi mencoba membakar ban bekas di lokasi Gedung DPRD Sumut, Kamis (29/3).

Unjuk rasa dilakukan untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak, dan meminta agar pemerintah membatalkan kebijakan menjual infrastruktur negara kepada pihak asing, serta mencabut revisi UU MD3.

Aksi semula berjalan damai, tapi tiba-tiba ricuh karena salah seorang peserta aksi membawa ban bekas yang sudah disiapkan dan mencoba untuk membakarnya.

Rencana itu pun langsung dicegah pihak kepolisian, yang sejak awal berada di lokasi demonstrasi. Percekcokan diantara polisi dan mahasiswa pun terjadi. Dorong-dorongan hingga pukul-pukulan pun tidak terelakkan.

Beberapa mahasiswa yang terlibat bentrokan jadi korban pukulan dari kepolisian. Bukan reda, massa justru semakin nekat sampai melemparkan botol minuman berisi bahan bakar ke pintu masuk gedung.

Aparat kepolisian pun tidak diam. Polisi mencari oknum yang melemparkan bahan bakar tersebut. Akan tetapi, tak lama berselang pihak kepolisian mundur dan mencoba meredam suasana.

Masing-masing dari mahasiswa yang terkena pukulan diamankan rekan-rekannya. "Kami bukan binatang, Polisi sudah seperti preman karena memukuli kawan kami," sorak mahasiswa.

Berangsur-angsur, suasana kondusif setelah polisi dan petugas keamanan gedung DPRD Sumut turun melerai pertikaian.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar