Deklarasi Capres dan Cawapres Hanya Berpengaruh Pada Sesi I IHSG

Deklarasi Capres dan Cawapres Hanya Berpengaruh Pada Sesi I IHSG

Ilustrasi.

Jumat, 10 Agustus 2018 | 17:32

Analisadaily (Medan) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (10/8), bergerak campuran. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat di level 6.084, dan IHSG di penutupan perdagangan ditutup naik 11 poin atau naik 0,19% di level 6.077.

“Penguatan IHSG cenderung tertahan meskipun berakhir menguat,” kata Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin.

Disebutkan, sentimen politik hari ini mendorong penguatan IHSG, dimana hari ini pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pasangan Capres dan Cawapres ini terdiri dari pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno. Deklarasi Capres dan Cawapres RI ini menuai berbagai respons baik dari investor dan masyarakat. Pasalnya, kedua pasangan Capres dan Cawapres memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri.

“Meskipun IHSG dibuka menguat pagi tadi, sejumlah aksi profit taking tetap mewarnai IHSG pada hari ini, tak hanya itu sejumlah sentimen juga memberikan pengaruh terhadap pergerakan IHSG tak hanya isu politik,” sebutnya.

Gunawan menerangkan, penguatan IHSG masih tertahan oleh sentimen Global, dimana Dow Jones Future hari ini menunjukkan pelemahan 0,39% dan mayoritas saham di Asia melemah, Hangseng melemah 0,84%, Kospi melemah 1,16%, Nikkei melemah 1,32% dan STI melemah 1,2%.

“Pelemahan ini juga menahan penguatan IHSG pada perdagangan hari ini,” terangnya.

Pelaku pasar secara keseluruhan masih terfokus kepada isu-isu fundamental. Sentimen politik pada perdagangan hari ini tidak begitu mempengaruhi pasar keuangan secara keseluruhan. Sentimen-nya hanya berlangsung sesaat.

“Rupiah dan IHSG sempat dibuka menguat pada sesi perdagangan pagi dikarenakan telah usai-nya deklarasi Capres dan Cawapres,” ucap Gunawan.

Namun di sesi perdagangan siang, lanjutnya, pasar sudah melihat sejumlah isu ekonomi dan menjadikannya sebagai acuan transaksi selanjutnya. Sehingga sentimen deklarasi tersebut hanya berpengaruh pada sesi perdagangan pagi hingga sesi perdagangan pertama usai.

Di sisi lain, nilai tukar Rupiah pada perdagangan hari ini juga bergerak di dua arah dimana penguatan Rupiah sempat terjadi di level Rp 14.370, namun penguatan ini tidak bertahan lama setelah pemberitaan jatuhnya Lira Turki mengguncang keuangan di Turki dan berimbas pada Eropa.

“Rupiah diperdagangkan di level Rp 14.477. Dolar menguat hampir semua mata uang utama lainnya termasuk Indonesia, hal ini menyebabkan turki dapat mengalami krisis ekonominya,” jelasnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar