Debat Kedua, Prabowo Dinilai Bakal Emosional Tanpa Sandi?

Debat Kedua, Prabowo Dinilai Bakal Emosional Tanpa Sandi?

(YouTube/Istimewa)

(rel/rzd)

Jumat, 15 Februari 2019 | 15:34

Analisadaily (Jakarta) - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa hampir setengah warga Indonesia, menonton debat perdana kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden yang digelar 17 Januari 2019 lalu.

Total ada 50,6 persen responden mengaku menonton debat antara Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tersebut.

Peneliti politik dari The Habibie Center, Bawono Kumoro mengatakan, temuan survei harus menjadi rujukan bagi pasangan calon, karena debat memiliki arti penting bagi kontestasi menuju 17 April 2019.

Meskipun survei tersebut menujukan jumlah pemilih belum menentukan pilihan juga tidak terlalu drastis berubah pascadebat. Jumlah undecided voters (pemilih yang belum menentukan pilihan) turun satu persen saja dari 15.2 persen di bulan Desember 2018 menjadi 14.2 persen di Januari 2019.

Yang menarik dari survei LSI bulan Januari tersebut juga mengukur lima dimensi debat. Pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dalam lima dimensi. Sementara Prabowo-Sandiaga unggul dalam satu dimensi.

“Prabowo-Sandiaga unggul di dimensi kekompakan dan saling melengkapi pasangan 02 unggul cukup jauh 46 persen. Joko Widodo-Ma'ruf Amin 30.1 persen. Khusus dimensi kelima ini, di debat kedua mendatang akan sangat menarik dinantikan karena nanti tanpa kehadiran calon wakil presiden,” katanya, Jumat (15/2/).

Di debat perdana lalu, lanjut Bawono, harus diakui penampilan Sandiaga Uno cakap sehingga dapat mengerem Prabowo untuk tidak melakukan blunder berarti, dan terpancing emosi terlalu jauh.

Aksi Sandiaga Uno memijat pundak bahu Prabowo di debat perdana lalu merupakan salah satu contoh cara Sandiaga Uno menahan Prabowo untuk tidak bersikap emosional dalam merespons lontaran-lontaran disampaikan oleh petahana.

“Lalu bisakah Prabowo bersikap demikian kembali di debat kedua mendatang ketika tidak ada Sandiaga Uno di samping dia. Publik tentu menantikan hal ini. Apakah mantan Pangkostrad tersebut dapat menghadapi Joko Widodo dengan sikap relatif cool dan tenang dalam merespons hal-hal disampaikan oleh petahana nanti. Kita lihat saja,” pungkasnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar