Dana CSR Harus Dimanfaatkan untuk Kepentingan Rakyat

Dana CSR Harus Dimanfaatkan untuk Kepentingan Rakyat

Tokoh Muda Belawan, Asep Suherman, Selasa (12/11)

(rzp/csp)

Selasa, 12 November 2019 | 13:54

Analisadaily (Medan) - Membangun Kota Medan tidak mesti mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Ada potensi dana dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang melimpah untuk kemaslahatan orang banyak.

Demikian disampaikan tokoh muda Belawan, Asep Suherman. Menurutnya, potensi dana dari sejumlah perusahaan di Medan belum dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat.

"Pemko terkesan tidak mau memanfaatkan dana itu. Kalaupun ada, mungkin saja tak pernah disosialisasikan ke masyarakat sehingga tak berdampak ke kebutuhan mendasar rakyat," kata Asep, Selasa (12/11).

Asep menyinggung wujud dana yang dikelola Pemko Medan lebih diperuntukkan pada benda-benda.

"Seperti kursi-kursi di pedestrian jalan inti kota dan sebagainya. Yang mana di kursi itu diberikan logo perusahaan dimaksud. Apakah hanya untuk kursi di inti kota. Lagipula apakah setelah memberi kursi, lalu tanggungjawab sosial perusahaan cuma berhenti di situ?" keluh Asep.

Itu sangat berbeda dengan sumbangan perusahaan. Tidak sedikit perusahaan yang berupaya mengubah persepsi ini di masyarakat.

"Itu bukan bersifat sumbangan tetapi berupa tanggungjawab perusahaan yang memang diwajibkan UU," tegas Asep.

Asep menilai, dana itu harusnya berdampak pada masyarakat sekitar perusahaan beroperasi. Di Medan Belawan, banyak sekali perusahaan yang sampai saat ini belum diketahui pengalokasiannya.

"Pelindo I, Samudera Indonesia, Bea Cukai dan sebagainya. Ini contoh perusahaan besar di Medan Belawan ini," beber Asep.

Harusnya bisa berdampak langsung ke masyarakat di Belawan. "Jika saja dana dari seluruh perusahaan di Belawan tepat sasaran, bukan tidak mungkin bisa mengakomodir biaya pendidikan. Sehingga tidak ditemukan lagi anak putus sekolah," ungkap Asep.

Bahkan kata Asep, dana itu bisa mendirikan taman bermain anak dan atau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang belum ada di Medan Belawan.

"Anak Medan Utara harus mengenal taman bermain outdoor bukan hanya mengenal gadget, hang mana taman bermain dapat mengasah psikomotorik, keaktifan dan mengasah jiwa interaksi sosial anak nantinya," kata Asep.

Apalagi potensi taman bermain yang diimpikan taman bermain bernuansa pantai lebih asri dan fantastik dengan mengandalkan alam wilayah Belawan yang dominan adalah perairan.

Begitu juga dengan perusahaan lain di Medan Utara yakni Kecamatan Medan Deli, Marelan, dan Labuhan. Menurut Asep, ini berkaitan dengan kepemimpinan Pemko Medan yang dinilai tak punya nilai tawar terhadap perusahaan-perusahaan di sana.

"Kita berharap Pilkada Medan 2020 bisa mendapatkan Walikota Medan yang bisa memanfaatkannya untuk kepentingan rakyat, bukan cuma doyan mengumpulkan uang dari kepala dinas sehingga berujung di Komisi Pemberantasan Korupsi," ujar Asep.

Namun Asep menilai harapan itu sangat sulit diwujudkan bila Walikota harus muncul dari kalangan yang hanya mengandalkan uang dan menyuap rakyat untuk ke tempat pemungutan suara.

"Itu mimpi gak tidur namanya. Sudah tiga kali kita diginiin terus. Kedepan kalau bisa dari kalangan non parpollah," terang Asep.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar