Dampak Gempa di Padang Sidempuan, 60 Rumah Warga Rusak

Dampak Gempa di Padang Sidempuan, 60 Rumah Warga Rusak

Rumah warga rusak akibat gempa, Jumat (14/7).

(jw/rzp)

Jumat, 14 Juli 2017 | 17:46

Analisadaily (Padang Sidempuan) - Dampak gempa berkekuatan 5,5 SR pada Jumat (14/7) pagi tadi telah menyebabkan 60 unit rumah rusak di Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara.

"Data dari BNPB ada 60 rumah yang rusak akibat gempa tadi pagi di Padangsidempuan," kata Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Syahnan.

Informasi diperoleh Analisadaily.com, pusat gempa di darat pada kedalaman 10 km yang berasal dari sesar darat, menyebabkan guncangan keras dirasakan masyarakat. Daerah yang terdampak dan mengalami kerusakan adalah Kota Padangsidempuan, Kecamatan Padangsidempuan Angkola Julu, Desa Poken Jior, Desa Mompang, dan Desa Simatohir.

Kemudian Kecamatan Padangsidempuan Hutaimbaru, Desa Palopat Maria, serta Kabupaten Tapanuli Selatan, Kecamatan Angkola Barat, Desa Sitara Toit, dan Desa Lobulayan Sigordang.

"Untuk korban jiwa satu orang di Desa Sitara Toit bernama Masitoh Ritonga (73) dengan luka-luka," ungkap Syahnan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ada beberapa rumah yang mengalami kerusakan seperti Desa Pokenjior ada enam unit rumah rusak sedang.

Rumah warga rusak akibat gempa, Jumat (14/7). (jw)

Rumah warga rusak akibat gempa, Jumat (14/7). (jw)

Di Desa Mompang ada satu unit rumah rusak berat. Desa Simatohir ada satu unit rumah rusak sedang, satu unit rumah rusak ringan dan satu unit Sekolah Dasar rusak ringan. Desa Palopat Maria ada satu unit rumah rusak berat.

Selanjutnya di Desa Sitaratoit ada dua unit rumah rusak berat dan delapan unit rumah rusak ringan. Desa Lobulayan Sigordang ada 15 unit rumah rusak berat dan 25 unit rumah rusak ringan.

"Kekuatan gempa tersebut 5.5 SR dengan lokasi 1.37 LU – 99.19 BT dan kedalaman 10 kilometer," kata Sutopo.

Rumah warga rusak akibat gempa, Jumat (14/7). (jw)

Rumah warga rusak akibat gempa, Jumat (14/7). (jw)

Sutopo menambahkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Namun, gempa dirasakan kuat selama 1-20 Detik di Kota Tapanuli Selatan, gempa dirasakan kuat selama 1-20 detik di Kabupaten Tapanuli Selatan, gempa dirasakan sedang selama 1-10 detik di Kabupaten Padang Lawas.

"Gempa dirasakan sedang selama 1-7 detik di Kabupaten Rokan Hulu, dan gempa tidak dirasakan di Kota Medan," terangnya.

Saat ini BPBD setempat sedang melakukan monitoring dan pendataan korban. Sementara setelah gempa pertama, gempa susulan juga terjadi sebanyak dua kali dengan kekuatan 3.5 SR, lokasi 1.48 LU – 99.23 BT kedalaman 10 kilometer terjadi sekitar pukul 08.57.25 WIB dan gempa kedua dengan kekuatan 4.1 SR, lokasi 1.45 LU – 99.23 BT, kedalaman 10 kilometer dan terjadi sekitar pukul 09.11.28 WIB.

(jw/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar