Cuaca Buruk, Harga Cabai Rawit ‘Meroket’ 100 Persen

Cuaca Buruk, Harga Cabai Rawit ‘Meroket’ 100 Persen

Cabai rawit mengalami kenaikan di Pasar Petisah Medan, Selasa (5/12)

(jw/csp)

Selasa, 5 Desember 2017 | 12:55

Analisadaily (Medan) - Cuaca buruk yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara, tidak hanya mengakibatkan kebanjiran dan membuat warga mengungsi. Bencana alam ini juga berpengaruh nyata terhadap harga-harga kebutuhan pokok, karena sentra produksinya terganggu.

Beberapa di antaranya adalah harga cabai rawit. Kini mengalami kenaikan hampir 100 persen. Sebelumnya berada dikisaran Rp 20.000 per kilogram, namun saat ini sudah menyentuh Rp 40.000 per kilogramnya.

"Cabai rawit naik drastis karena cuaca buruk beberapa hari belakangan ini," kata salah seorang pedagang cabai, Nur Cahaya kepada Analisadaily.com, saat ditemui di Pasar Petisah Medan Selasa (5/12).

Nur juga menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit karena pasokan dari Medan dikirim ke Pakan Baru, Riau sehingga stok berkurang. "Barang dari Medan dikirim ke Pakanbaru. Di sana harga cabai rawit sangat tinggi bahkan menembus harga Rp 80.000 kilogram," ujar Nur.

Berbanding terbalik dengan harga cabai merah, sambungnya, harganya turun dari Rp 58.000 per kilogram menjadi Rp 40.000 per kilogram.

Cabai merah dan tomat siap untuk dipasarkan, Selasa (5/12)

Cabai merah dan tomat siap untuk dipasarkan, Selasa (5/12)

"Harganya sudah turun dua hari lalu karena stoknya banyak. Sementara, harga cabai hijau sekarang naik Rp 5.000, yang sebelumnya Rp 35.000 jadi Rp 40.000 kilogramnya," tutur Nur.

Selain cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp 16.000 kilogram merangkak naik dikisaran Rp 20.000 per kilogram. Dan, bawang putih masih normal yaitu Rp 20.000 per kilogram.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar