China Larang Pakai Rokok Elektrik di Depan Umum

China Larang Pakai Rokok Elektrik di Depan Umum

Seorang pramuniaga berdemonstrasi di Vape Shop yang menjual produk-produk e-rokok di Beijing, China, 30 Januari 2019 (Reuters/Thomas Peter)

Jumat, 8 November 2019 | 08:52

Analisadaily - Badan-badan pemerintahan China bersama-sama menyerukan larangan konsumsi e-rokok di depan umum, karena negara itu secara bertahap bekerja untuk mengatur industri vaping yang tumbuh cepat.

Dalam sebuah dokumen tertanggal 29 Oktober dan dipublikasikan secara online pada hari Kamis, Biro Kesehatan Nasional China, Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar, monopoli tembakau domestik China Tobacco, dan lima biro lain mendesak pemerintah daerah untuk membatasi konsumsi tembakau di kalangan kaum muda, juga sebagai konsumsi e-rokok.

Regulator menyatakan, penggunaan e-rokok di China telah menunjukkan tren kenaikan yang jelas di kalangan populasi kaum muda, dan menambahkan bahwa komposisi cairan e-rokok dan asap rokok bekasnya tidak aman.

"Tidak ada bukti konklusif bahwa e-rokok dapat membantu untuk secara efektif berhenti merokok," kata regulator dilansir dari Reuters, Jumat (8/11).

Badan-badan itu menambahkan, China harus secara aktif mempromosikan larangan merokok elektronik di tempat-tempat umum.

China memproduksi mayoritas besar e-rokok yang dijual di pasar global, meskipun hanya sebagian kecil yang dibeli oleh pembeli domestik.

Itu berubah dengan cepat ketika banyak perusahaan baru China, terinspirasi oleh e-rokok kuat yang dibuat oleh Juul Labs Inc yang semakin populer di Amerika Serikat, telah membanjiri pasar dengan produk-produk dari target konsumen lokal mereka sendiri.

Saat ini tidak ada peraturan tingkat nasional yang memberikan standar untuk pembuatan dan penjualan e-rokok di China. Orang dalam industri berharap, bhwa peraturan akan dirilis dalam waktu dekat.

Industri tembakau China dikendalikan oleh China Tobacco, monopoli negara yang berfungsi ganda sebagai pengatur pasar tembakau.

Pada tahun 2018, China Tobacco menghasilkan 5.45 persen dari pendapatan pajak China, sebesar 10.8 triliun yuan (sekitar $ 1.5 triliun).

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar