Cerita Warga Soal Penggeledahan Rumah Bupati Labuhanbatu di Medan

Cerita Warga Soal Penggeledahan Rumah Bupati Labuhanbatu di Medan

Rumah Bupati Labuhanbatu di Medan digeledah KPK, Sabtu (21/7).

(jw/rzd)

Sabtu, 21 Juli 2018 | 15:52

Analisadaily (Medan) - Rumah Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, yang digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Pelajar Timur, Lingkungan 6, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, telah ditempati lebih kurang 2 tahun setengah.

"2016 rumahnya ini, sudah 2 tahun setengah lah dia tinggal di sini. Tapi, dia jarang tinggal di sini," kata seorang warga sekitar, Kartika, kepada wartawan, Sabtu (21/7).

Menurut Kartika, Bupati Labuhanbatu tersebut jarang berada di rumah tersebut. Namun, hanya beberapa orang saja yang tinggal di rumah yang berada di Jalan Pelajar Timur itu.

"Kalau dia-nya jarang lah ke sini. Hanya orang-orang biasa, mungkin pembantunya tinggal di situ. Karena rumahnya selalu tertutup," jelasnya.

Terkait penggeledahan yang dilakukan KPK tersebut, Kartika membenarkan. Menurutnya petugas KPK sudah tiba sejak pukul 11.00 WIB.

"Ada enam atau tujuh orang turun dari mobil dan langsung ke rumah itu. Katanya mereka dari KPK dan mereka masuk sama Kepala Lingkungan," ungkapnya.

Hingga saat ini, petugas masih berada di dalam rumah tersebut. Rumah yang bernomor 168 tersebut tampak sangat tertutup dengan dikelilingi oleh pagar besi.

Sebelumnya KPK telah menyegel rumah dinas dan kantor Bupati Labuhanbatu serta ruangan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Labuhanbatu, Rabu (18/7).

Penyegelan dilakukan KPK buntut OTT yang dilakukan petugas di Jakarta dan Labuhanbatu, Selasa (17/7). Dikabarkan, Pangonal Harahap diamankan bersama 4 orang lainnya. Pangonal dan ajudannya diamankan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Sementara 3 orang lainnya dari pihak swasta diamankan di Labuhanbatu.

Dalam OTT yang dilakukan oleh KPK tersebut, ditemukan bukti transaksi yang diduga terkait proyek Dinas PUPR senilai ratusan juta rupiah.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar