Cerita Saksi Mata Soal Penemuan Jenazah Dua IRT Tewas Bersimbah Darah

Cerita Saksi Mata Soal Penemuan Jenazah Dua IRT Tewas Bersimbah Darah

Masyarakat Desa Lobbu Rappa, Kecamatan Aek Songsongan, menyaksikan proses evakuasi dua ibu rumah tangga yang menjadi korban pembunuhan sadis, Selasa (11/7).

(aln/rzp)

Selasa, 11 Juli 2017 | 20:43

Analisadaily (Asahan) - Kasus pembunuhan berdarah terhadap dua ibu rumah tangga (IRT) di salah satu rumah di Dusun III, Desa Lobu Rappa, Kecamatan Aek Songsongan, pertama kali diketahui Parlin Sirait, Selasa (11/7) sekira pukul 03.00 WIB.

Parlin Sirait adalah anak kandung dari Klara boru Siallagan dan keponakan dari Nursi boru Sirait, yang menjadi korban pembunuhan sadis tersebut. "Parlin pertama kali mengetahui kejadian itu saat pulang larut malam, dan menyaksikan pintu samping dalam keadaan terbuka," kata Kapolsek Bandar Pulau AKP Maritaken Surbakti, melalui Kanit, Iptu Siswoyo.

Parlin yang sudah pernah berumah tangga itu ikut tinggal bersama ibunya, Nursi boru Sirait, karena hubungan kedua orang tuanya dalam keadaan cekcok. "Karena kedua orang tuanya pisah ranjang, akhirnya Parlin mengikuti ibunya," sebut Siswoyo.

Merasa curiga atas pintu samping yang terbuka hingga larut malam, Parlin bergegas masuk ke dalam kamar dan sangat terkejut menyaksikan dua orang perempuan yang sangat disayanginya tewas dengan bersimbah darah.

Parlin kemudian berlari dan menjerit menggedur-gedur rumah Nurmawati boru Pasaribu (54) dan mengatakan orang tuanya telah meninggal dunia dengan cara mengenaskan.

Malam yang hening itu pecah dengan peristiwa pembunuhan yang menewaskan dua perempuan yang sudah berkepala lima, sehingga Kepala Dusun Rudi Marpaung (43) langsung menghubungi petugas kepolisian Polsek Bandar Pulau.

"Kita langsung turun, olah TKP sekaligus mengevakuasi korban ke rumah sakit di Pematangsiantar untuk dilakukan autopsi," ungkap mantan Kanit Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan itu.

Untuk kasus ini, pihaknya sedang memeriksa saksi-saksi Parlin Sirait, anak dari Klara boru Siallagan, korban pembunuhan, Rudi Marpaung selaku Kepala Dusun, tetangga korban masing-masing bernama Amur Hamzah Siagian (62), Roni Manik (43) dan Nurmawati Pasaribu (52).

Pisah Ranjang

Kanit Res Polsek Bandar Pulau Iptu Siswoyo mengatakan selama ini, korban Klara boru Siallagan pisah ranjang dengan suaminya, sehingga dalam beberapa hari ini meninggalkan rumah dan tinggal bersama Nursi boru Sirait.

"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap suami korban, karena di antaranya ada cekcok," ungkap Kanit.

(aln/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar