Catatan Tahun 2015 Seskab: Dari Asap Sampai Reshuffle

Catatan Tahun 2015 Seskab: Dari Asap Sampai Reshuffle

(dtc)

Rabu, 30 Desember 2015 | 19:57

detikNews - Jakarta, Menjelang tutup tahun 2015, Seskab Pramono Anung menyoroti sejumlah hal yang menjadi catatan selama menjadi bagian dari Kabinet Kerja. Pramono menjadi Seskab menggantikan Andi Widjajanto pada Agustus 2015.

"Ya tantangan di 2015 memang adalah tahun penuh tantangan, karena persoalan konsolidasi politik, kemudian juga masih adanya dua kubu di parlemen pada waktu itu KMP dan KIH," kata Pramono di Gedung III Setneg, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2015).

Ada pula bencana kabut asap yang menyita perhatian publik dan pemerintah selama 3-4 bulan. Bencana itu bahkan menjadi sorotan internasional.

"Tetapi kalau dilihat bahwa di ujung pemerintahan Pak Jokowi-JK tahun ini, persolaan utama adalah ekonomi mengalami rebound. Jadi kalau dilihat semester pertama ini pertumbuhan 4,67% kemudian naik 4,73% kemudian naik menjadi 4,8% lebih dan terkhair sudah 5%," sebut Pramono.

Menurut dia angka ini menunjukkan titik terbawah tantangan ekonomi sudah dilalui. Ini merupakan buah dari 8 paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan pemerintah.

Pemerintah terus membangun infrastruktur untuk penguatan ekonomi. Paradigma konsumsi yang selama ini tertanam diubah menjadi produksi.

"Jadi ini merupakan indikasi dan pada satu tahun ini setelah reshuffle kabinet pada bulan Agustus ada 8 paket kebijakan yang ternyata bisa menstabilkan ekonomi kita dan membuat Indonesia menjadi tempat investasi yang menarik di dunia usaha," kata Pramono.

Apakah dengan begink berarti reshuffle kabinet efektif untuk pemerintahan?

"Bukan karena saya ya, karena memang itu membuat kemudian kebijakan tentang paket kebijakan dimotori oleh Pak Darmin (Menko Perekonomian, -red) dan kami membantu beliau dan sebagainya," ungkap Pramono.

Darmin juga baru masuk kabinet berbarengan dengan Pramono. Dia menggantikan posisi Sofyan Djalil yang kini menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas.

"Masyarakat yang memberi penilaian (tentang reshuffle)," ujar Pramono. (bpn)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar