Catatan Ombudsman Terkait Pelaksanaan UNBK di Sumatera Utara

Catatan Ombudsman Terkait Pelaksanaan UNBK di Sumatera Utara

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Abyadi Siregar, Rabu (10/4)

(jw/csp)

Rabu, 10 April 2019 | 17:30

Analisadaily (Medan) - Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Provinsi Sumatera Utara tidak menemukan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK dan SMA di Sumatera Utara.

"Kecurangan, kami tidak ada menemukan. Tapi, untuk teknis masih kita temukan, dan, masih ada kekurangan dalam pelaksanaan UNBK," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Abyadi Siregar kepada Analisadaily.com, Rabu (10/4).

Abyadi menuturkan, pihaknya memiliki beberapa catatan terkait kekurangan dalam pelaksanaan UNBK tahun ini. Meskipun, pelaksanaan UNBK sudah hampir 100 persen, tapi masih harus di benahi lagi.

"Ada 3 persen lagi yang tidak melaksanakan UNBK. Beberapa sekolah terkendala karena letak geografis. Oleh karena itu, kami berharap Pemprov Sumut bisa mengalokasikan dana untuk itu, seperti komputer dan jaringan internet atau siswa dibawa ke sekolah lain UNBK," jelas Abyadi.

Menurut Abyadi, pemerintah benar-benar mengalokasikan dana tersebut sehingga tidak ada pengutipan dana dari orang tua siswa untuk membeli komputer. "Pengutipan dana seperti itu jangan ada seperti itu lagi," terangnya.

Selanjutnya, Ombudsman meminta, dalam pelaksanaan UNBK, panitia pelaksana harus benar-benar melakukan persiapan dengan matang.

"Kami berharap panitia harus dengan matang menyiapkan teknisi yang benar-benar siap. Jangan sampai ada lagi terjadi seperti yang di SMA Negeri 4 Medan. Kalau seperti itu kan seharusnya panitia mengantisipasinya dari awal. Oleh karena itu, belajar dari pengalaman ini kami punya catatan," pungkas Abyadi.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar