Cari Solusi Banjir, Rektor USU Tawarkan Kerjasama Dengan Pemerintah

Cari Solusi Banjir, Rektor USU Tawarkan Kerjasama Dengan Pemerintah

Kawasan depan USU tergenang banjir

(jw/eal)

Kamis, 20 September 2018 | 18:43

Analisadaily (Medan) - Untuk mengantisipasi masalah banjir di Kota Medan, Universitas Sumatera Utara (USU) terbuka untuk memberikan solusi dan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu, mengatakan bahwa untuk menyelesaikan permasalahan banjir di Kota Medan pihaknya bersama Pemprov Sumut dan Pemko Medan harus duduk bersama guna mencari solusi.

"USU siap bekerjasama dengan Pemko Medan dan Pemprovsu untuk bersama-sama mencari solusi dalam rangka mengurangi dampak banjir masa-masa mendatang," kata Runtung, Kamis (20/9).

Runtung mengakui bahwa USU memiliki‎ Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (Hathi)‎ Cabang USU, para pakar dan dosen-dosen teknik yang sangat berkompeten untuk memecahkan masalah dan mencari solusi untuk mengatasi banjir di Medan. Pihaknya akan melakukan penelitian untuk mengetahui faktor penyebab banjir dan solusinya.

"Kita siap membuat tim berdasarkan hasil kajian ini. Kita akan mendiskusikan kepada Pemko Medan dan Pemprov Sumut untuk hasil kajian bagaimana dilakukan," ucapnya.

Runtung juga mempertanyakan fungsi kanal di Kota Medan. Dirinya menilai bahwa kanal tidak berfungsi maksimal dalam mengurai atau mengurangi debit air yang bisa menghalau terjadinya banjir.

"Salah satu diantaranya, saya ‎sangat ingin meninjau langsung bagaimana kanal sebenarnya dibangun. Bagaimana kanal itu, kok jadi mubazir. Bagaimana memfungsikan kanal itu kembali. Ini bagian tim bertugas untuk penanganan banjir," tegasnya.

Menurut Runtung, banyak orang pintar di USU. Namun pemerintah setempat tidak pernah melibatkan mereka untuk mengatasi banjir dan mencari solusinya.

"Selama dua setengah tahun ini tidak ada. Kalau rektor sebelumnya tidak tahu saya. Selama saya menjabat rektor belum ada," ungkapnya.

Ia mengatakan sudah saatnya Pemko Medan dan Pemprov Sumut melibatkan para ahli yang dimiliki USU untuk bersama melakukan upaya tindakan mengatasi banjir.

"Bila dikejutkan baru kita diingatkan kembali. Tentu dampak ini semakin besar. Kalau tidak dilakukan langkah-langkah mencari solusinya, resapan air semakin berkurang, ada pertumbuhan bangunan dan penduduk," ujar Runtung.

Runtung mengimbau kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan ikut meminalisir banjir dan tidak membuang sampah di sungai.

"Tidak membangun sembarangan di kawasan aliran sungai, itu kita imbau. Bukan untuk masyarakat saja, untuk pemerintah kabupaten/kota juga pemanfaatan lahan dan tanah di aliran sungai harus taat dengan aturan, misal 15 meter kanan-kiri dari sungai terhindar dari bangunan. Begitu sama-sama kita patuhi," pungkasnya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar