Cari KM Sinar Bangun, Tim Sar Datangkan Alat Pendeteksi Kedalaman 2000 Meter

Cari KM Sinar Bangun, Tim Sar Datangkan Alat Pendeteksi Kedalaman 2000 Meter

Kepala Basarnas, M. Syaugi

(jw/eal)

Sabtu, 23 Juni 2018 | 14:48

Analisadaily (Samosir) - Memasuki hari keenam pencarian KM Sinar Bangun di Danau Toba, tim SAR gabungan langsung menerjunkan dua alat Multibeam Scan Sonar berteknologi canggih untuk menyisir titik koordinat.

Alat scan sonar yang pertama mampu mendeteksi jarak 600 meter. Sementara alat yang baru didatangkan dari Tanjung Pinang diperkirakan bisa mendeteksi benda di dasar danau hingga jarak 2000 meter.

Kepala Basarnas, M. Syaugi mengatakan, alat Multibeam Scan Sonar kedua ini kemampuannya melebihi dari yang didatangkan Jumat (22/6) kemarin. Sebab alat ini bisa mendeteksi jarak 2000 meter atau 2 kilometer di bawah air.

"Alat tersebut sudah disini dan sekarang kita instal. Harapan saya dengan alat baru ini bisa melihat kapal itu dimana. Kalau kedalaman ini tidak lebih dari 2000 meter pasti bisa. Mudah-mudahan ini siap kita kerjakan," kata M. Syaugi, Sabtu (23/6).

Syaugi menjelaskan bahwa alat baru ini juga bisa mendeteksi keberadaan benda di samping kanan dan kiri dengan jarak maksimal 500 meter. Dia pun berharap kedalaman air Danau Toba tidak melebihi 2000 meter.

"Dengan menggunakan dua alat scan sonar wilayah ini akan kita sapu. Karena alat ini sangat canggih," jelas Syaugi.

Saat ini tim SAR gabungan tetap menggerakkan alat Scan Sonar yang merupakan milik Disposal Mabes TNI Angkatan Laut dengan jarak deteksi 600 meter.

"Padahal saya lihat di peta keselamatan maksimal Danau Toba 550 meter, ternyata setelah didalami melebihi 600 meter," ungkapnya.

Jika nantinya kedua scan sonar tersebut tidak mampu mendeteksi keberadaan kapal yang diduga di dalamnya masih terdapat penumpang yang hilang, pihaknya akan kembali mengevaluasi tahap demi tahap sejak hari pertama.

"Penyelam maksimal cuma 50 meter. Setelah hari ketiga kita gunakan Remote Underwater Vehicle (RUV) jarak 300 meter juga belum bisa melihat. Kemudian kita gunakan lagi alat Multibeam Scan Sonar yang 600 meter juga tidak bisa melihat. Makanya kita datangkan lagi Multibeam Scan Sonar yang bisa mendeteksi jarak 2000 meter," pungkasnya.  

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar