Buta Aksara di Sumut Ditargetkan Berkurang 50 Persen

Buta Aksara di Sumut Ditargetkan Berkurang 50 Persen

Gubsu Edy Rahmayadi dan Mendikbud Muhadjir Effendy menghadiri acara puncak Hari Aksara Tingkat Nasional di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam, Sabtu (8/9)

(jw/eal)

Sabtu, 8 September 2018 | 22:01

Analisadaily (Deli Serdang) - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menghadiri acara puncak Hari Aksara Tingkat Nasional di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam, Sabtu (8/9).

Edy Rahmayadi mengatakan akan berupaya mengurangi jumlah buta aksara di Sumut. Bahkan dalam satu tahun, jumlah buta aksara yang saat ini mencapai 134.000 orang, ditargetkan akan berkurang hingga 50%.

Menurutnya, Kabupaten Nias adalah daerah yang paling banyak buta aksaranya di Sumatera Utara. Karena itu mengurangi buta aksara harus menjadi tekad bersama demi mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Cita-cita nasional kita salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana kita bisa mencapainya dan mensejahterakan bangsa, jika membaca pun tidak bisa," kata Edy.

Selain itu, Edy juga mengapresiasi upaya dan dedikasi yang dilakukan para penggiat literasi di Sumut.

"Terima kasih karena telah mencerdaskan kehidupan banga, khususnya di Sumatera Utara," ucapnya.

Gubsu juga mengajak semua kalangan agar bisa bersama-sama berupaya membangun budaya literasi di daerah ini. "Semuanya demi kemajuan pendidikan di Provinsi Sumatera Utara," pungkasnya.

Sementara itu Mendikbud, Muhadjir Effendy, mengungkapkan bahwa Indonesia telah melewati target jumlah buta aksara yang ditetapkan UNESCO.

"Kita sudah memenuhi hasil rapat ketentuan UNESCO, minimun 5%, sekarang kita tinggal 2,02% yang buta aksara. Ini tentu saja berada di daerah-daerah yang sangat sulit, karena itu penanganannya harus lebih spesifik," ungkapnya.

Mendikbud mengharapkan seluruh provinsi melakukan upaya pemberantasan buta aksara.

"Seperti yang disampaikan Pak Gubernur, beliau mentarget paling cepat, paling tidak satu tahun diselesaikan Provinsi Sumatera Utara. Karena itu, saya berharap provinsi lain melakukan hal yang sama untuk memberantas buta huruf," tuturnya.

Selain itu, diharapkan tidak terjadinya buta aksara kembali karena kemampuannya tidak digunakan.

"Mereka yang sudah melek aksara, jadi buta huruf  kembali hanya karena kemampuannya tidak bisa digunakan untuk hidupnya. Yang kita tekankan, bagaimana agar kemelekan aksara ini dapat diterapkan untuk hidupnya sehari hari," tegas Mendikbud.

Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan, mengapresiasi telah terpilihnya Deli Serdang sebagai tuan rumah perayaan Hari Aksara Tingkat Nasional.

"Ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan, kami maknai ini sebagai hasil dari kerja keras yang telah dilakukan para penggiat literasi melalui semangat kebersamaan," ucapnya.

Ashari juga mengharapkan, acara tersebut dapat meningkatkan harkat dan martabat Sumatera Utara. "Pasca acara ini, Sumatera Utara khususnya masyarakat Deli Serdangakan lebih dikenal secara nasional, sebagai masyarakat yang berkomitmen terhadap keaksaraan," pungkasnya.

Pada kesempatan itu diberikan Anugrah Aksara kepada 4 kabupaten/kota di Indonesia yakni, Kabupaten Deli Serdang (Sumatera Utara), Bogor (Jawa Barat), Pasuruan (Jawa Timur), dan Kota Tegal (Jawa Tengah). Selain itu penghargaan juga diberikan kepada para penggiat literasi hingga masyarakat adat yang berkecimpung di dunia literasi.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar