Bus yang Menabrak Polisi Tidak Mengangkut Jamaah Haji

Bus yang Menabrak Polisi Tidak Mengangkut Jamaah Haji

Bus ALS yang menabrak seorang polisi di Jalinsum Pahae, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (10/8)

(jw/eal)

Kamis, 10 Agustus 2017 | 21:25

Analisadaily (Tapanuli Utara) - Bus ALS yang tergelincir akibat lumpur dari korekan pelebaran jalan di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Pahae – Sipirok, tepatnya di Desa Lobu Pining, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara hingga menabrak seorang polisi yang sedang mengatur lalu lintas, diketahui bukan bagian dari rombongan bus jamaah calon haji (calhaj) asal Mandailing Natal.

Kepala Kantor Kementerian Agama Mandailing Natal (Madina), Muksin Batubara menegaskan, tidak ada bus rombongan jamaah calon haji asal Madina yang mengalami kecelakaan lalu lintas apalagi menabrak anggota polisi.

"Bus ALS yang mengalami kecelakaan tersebut adalah bus yang nyelip diantara bus 03 dan 04 yang membawa rombongan calon haji asal Madina," tegas Muksin, Kamis (10/8).

Muksin menjelaskan, saat hendak melewati jalan yang penuh lumpur dan berair, bus ALS yang menyelip bus rombongan jamaah haji tersebut hilang kendali sehingga menabrak seorang polisi yang sedang mengatur lalu lintas.

"Akibat peristiwa itu bus jamaah haji nomor 04 yang membawa rombongan tidak bisa lewat. Maka panitia haji Madina melangsir jamaah yang ada di bus 04 dan dipadatkan ke bus 01, 02 dan 03. Jadi yang menabrak itu bukan bus dari jamaah kami," jelasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Rina Sari Ginting mengatakan, anggota polisi yang meninggal dunia akibat ditabrak bus ALS tersebut adalah Brigadir David Marpaung yang merupakan anggota Propam Polres Taput.

"Korban yang meninggal dunia langsung dirujuk ke RS Tarutung," ujar Rina.

Selain Brigadir David Marpaung, juga ada korban lain akibat kecelakaan tersebut. Berikut rinciannya:

  1. Parmohonan Harahap, laki-laki (57). Alamat Medan. Kaki sebelah kiri patah dan dirujuk ke RSU Tarutung.
  2. Sukdin, laki-laki (40). Alamat Simangambat. Luka robek pada bagian atas jempol kaki dan dirawat di Puskesmas Pahae Julu.
  3. Marganda Lumban Gaol, laki-laki (40). Alamat Dolok Sanggul. Kaki sebelah kiri patah dan dirujuk ke RSU Tarutung.
  4. Syaparuddin, laki-laki (36). Alamat Mandeling Natal. Meninggal dunia.

Dalam peristiwa itu petugas mengamankan sopir ALS, Riswan (34) serta dua orang kernet, Arpan Nasution (25) dan lhmad Lubis (40). Sementara sopir satunya lagi melarikan diri.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar