Bupati Madina Diperiksa Sebagai Saksi Perkara Korupsi

Bupati Madina Diperiksa Sebagai Saksi Perkara Korupsi

Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution, diperiksa sebagai saksi oleh Kejati Sumut

(jw/rzd)

Senin, 14 Oktober 2019 | 18:33

Analisadaily (Medan) - Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution akhirnya hadir untuk diperiksa sebagai saksi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut.

Kehadiran Dahlan untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara korupsi pembangunan Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu di Madina.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, membenarkan kehadiran Bupati Madina untuk memenuhi panggilan penyidik.

"Iya benar, tadi yang bersangkutan datang jam 10.00 WIB. Dia dipanggil sebagai saksi. Biasalah dimintai keterangan sebagai saksi," katanya, Senin (14/10).

Namun Sumanggar tidak merinci lebih lanjut kaitan Dahlan dengan proyek tersebut. Menurutnya, itu nanti akan disimpulkan oleh pihak penyidik.

"Tadi selama diperiksa dia sempat istirahat makan dan salat. Diperiksa sampai jam 3," terangnya.

Kedatangan Dahlan ke Kejati Sumut merupakan kedatangan pertama usai tiga kali mangkir dari tiga kali panggilan Jaksa dan yang terakhir 8 November 2019.

Dalam kasus korupsi pembangunan Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu, Pidsus Kejati Sumut telah menetapkan enam orang tersangka.

Tiga diantaranya sudah diadili di PN Medan, yakni Plt. Kadis Perkim Madina Rahmadsyah Lubis (49), Pejabat Pembuat Komitment (PPK) Dinas Perkim Madina 2017, Edy Djunaedi (42) dan Akhyar Rangkuti (40) selaku PPK Perkim Madina tahun 2017.

Sedangkan tiga tersangka lainnya masih dalam tahap pemberkasan yaitu SD (46) Plt Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Mandailing Natal, NS (45) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Kabupaten Mandailing Natal, dan LS (48) PPK Dinas PU Kabupaten Mandailing Natal.

Di luar kasus dugaan korupsi ini, Dahlan juga sempat menjadi pemberitaan media pasca Pemilu 2019.

Dahlan mendadak menyampaikan pengunduran diri kepada Presiden, karena pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin kalah telak di Madina, kampung halaman Bobby Nasution, menantu orang nomor di Indonesia. Pengunduran diri ditolak.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar