Buku 'Mimpi Anak Laut' Diadaptasi dari Kisah Hidup Penulis

Buku 'Mimpi Anak Laut' Diadaptasi dari Kisah Hidup Penulis

Penulis buku Mimpi Anak Laut, Indra Syahputra

(rel/rzd)

Kamis, 10 Oktober 2019 | 17:06

Analisadaily (Medan) - Menulis merupakan hal yang biasa dilakukan oleh banyak orang, baik itu menulis artikel, opini, cerpen, bahkan puisi. Namun menulis dan menerbitkan sebuah karya buku tidaklah banyak orang yang bisa melakukannya.

Buku berperan sebagai dokumen dan monumen, karena isi pesan yang tertuang didalam buku, tak hanya bisa dibaca dan dinikmati oleh generasi sekarang, melainkan bisa dibaca oleh generasi selanjutnya. Buku juga sebagai media dakwah, kampanye sosial, dan media pembelajaran.

Indra Syahputra (26) telah berhasil meraih mimpinya untuk menulis dan menerbitkan sebuah buku pribadinya yang berjudul Mimpi Anak Laut. Buku hasil goresan penanya ini adalah karya pertama yang sukses dibukukan.

Indra mengatakan, proses penulisan hingga terbit menjadi sebuah buku merupakan perjalanan panjang selama menulis. Pria berkacamata ini mampu menggaet penerbit nasional sehingga bisa menampung hasil tulisannya untuk diterbitkan.

Alhamdulillah, rasanya senang sekali karya perdana terbit. Memang proses penulisannya sangat panjang, namun karena fokus dan ditargetkan satu bulan setengah, terbitnya juga sesuai target,” kata Indra, Kamis (10/10).

Dijelaskannya, awal mula ingin menulis buku ketika mengikuti Workshop Kepenulisan selama 3 hari yang di gelar oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) disalah satu hotel berbintang di Medan. Bekraf menghadirkan penulis best seller nasional untuk memberikan motivasi menulis kepada peserta.

“Awalnya terinspirasi dari ikut pelatihan kepenulisan selama 3 hari dari Bekraf. Acaranya bagus banget, pematerinya penulis buku best seller nasional. Barulah makin semangat menulis dan akhirnya terbitlah buku ini,” jelasnya.

Buku 'Mimpi Anak Laut' (Ist)

Buku 'Mimpi Anak Laut' (Ist)

Mengenai judul Mimpi Anak Laut, Indra mengaku sebagian isi tulisan yang dituangkan dalam bukunya adalah kisah nyata dirinya sendiri. Kisah seorang anak pesisir di Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut), mengejar mimpi dan cita-cita hingga berhasil.

“Sebagian isi tulisannya kisah nyata saya sendiri, dan sebagian lainnya adaptasi dari kisah orang lain. Filosofi judul ya, sosok yang berjuang di dalam buku seorang anak yang tinggal di pesisir pantai. Itu adalah gambaran kisah pribadi saya,” ungkapnya.

Indra menyebut kesulitan-kesulitan membongkar ingatannya dan mengumpulkan data demi menghasilkan sebuah karya yang tak cuma bisa dinikmati, namun juga mampu memotivasi pembaca.

Buku setebal 378 halaman yang diterbitkan Embrio Publisher ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak muda untuk terus semangat meraih mimpi-mimpinya. Indra juga menargetkan akan menulis buku selanjutnya dengan genre motivasi islami non fiksi.

“Semoga bisa menjadi inspirasi kawula muda, bisa menjadi ladang amal bagi diri sendiri, dan semoga dengan karya ini bisa dikenang orang banyak,” sebutnya.

Buku Mimpi Anak Laut karya Indra Syahputra dibanderol dengan harga Rp 75.000 selama Pre Order (PO) dari tanggal 1-15 Oktober 2019. Untuk harga normal berkisar Rp 80.000.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar