Bukalapak Kunjungan ke Analisa: Perkembangan Teknologi Semakin Pesat

Bukalapak Kunjungan ke Analisa: Perkembangan Teknologi Semakin Pesat

Kunjungan Tim Bukalapak ke Kantor Harian Analisa, Jumat (3/11). (Foto: Qodrat Al-Qadri)

(rzp/csp)

Jumat, 3 November 2017 | 18:15

Analisadaily (Medan) - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berkembang dengan pesat. Jika tidak diikuti, maka secara perlahan akan menjadi ancaman bagi perusahaan media.

Hal itu diutarakan Sekretaris Redaksi Harian Analisa, War Djamil, saat menerima kunjungan perwakilan Bukalapak ke Kantor Harian Analisa di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Medan, Jumat (3/11).

"Bayangkan jika tidak diikuti, maka kita akan tertinggal. Nah, kunjungan seperti ini untuk menjalin komunikasi perlu, meskipun bidang kerjanya berbeda. Saya ucapkan banyak terima kasih," katanya.

War Djamil menilai, saat ini bisnis online sangat luar biasa. Tidak hanya bisnisnya, tetapi juga produk-produk yang dijual secara online juga semakin mempermudah masyarakat, yang hanya menggunakan suatu aplikasi berbasis internet.

"Contohnya, saya pernah beli tiket secara online, dan ini memudahkan. Sama seperti berita, melalui internet sekarang orang sudah dapat informasi," ujarnya.

Menurut War Djamil yang juga wartawan senior, kehadiran media-media berbasis online tidak hanya sekadar menyampaikan berita kepada masyarakat, tetapi juga menjalankan fungsi media itu sendiri.

"Sekarang ini, banyak hoaks. Media jangan seperti itu. Begitu juga aplikasi berbasis internet, harus bermanfaat bagi masyarakat luas," ungkapnya.

Public Relations Manager Bukalapak, Evi Andarini, menyampaikan terima kasih kepada pihak Analisa yang menerima kunjungannya. Disebutkan Evi, kunjungan ini untuk membangun relasi dan menjalin komunikasi.

13 Juta User

"Kita merupakan pasar online yang lebih memberdayakan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia. Kita sangat mempersilahkan para UKM berlapak di kita," ujar Evi.

Bukalapak, lanjutnya, sarana jual beli online dari konsumen ke konsumen (C2C) untuk transaksi satuan maupun dalam jumlah banyak melalui aplikasi mobile dan website. Saat ini Bukalapak memiliki anggota komunitas yang tersebar di lebih dari 80 kota di seluruh Indonesia.

"Jumlah pelapak kita lebih dari 1.8 juta, dan jumlah user lebih dari 13 juta," ujarnya.

Di 2016 lalu, Bukalapak menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa dan darma bakti kepada bangsa dan negara. Sehingga bisa dijadikan teladan bagi orang lain.

Kunjungan Bukalapak ke Kantor Harian Analisa (Foto: Qodrat Al-Qadri)

Kunjungan Tim Bukalapak ke Kantor Harian Analisa (Foto: Qodrat Al-Qadri)


"Dengan adanya marketplace seperti Bukalapak, kita semakin mengupayakan para pelaku UKM menjangkau jauh pemasaran mereka. Dengan demikian UKM bisa berkembang dan omsetnya bertambah," terangnya.

Bukalapak juga memfasilitasi para pelapak untuk melakukan sharing di tiap-tiap daerah. Tidak sekadar sharing, tetapi juga berupaya membuat pelaku UKM naik kelas.

"Misalnya, kita sharing tentang bagaimana cara mengirim barang tepat waktu dan pengemasan yang bagus. Nah ini kita sharing dan genjot. Kita juga punya komunitas di tiap regional yang sering disebut Kopi Darat (Kopdar)," tandasnya.

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar