Buka Festival Bunga dan Buah, Edy Rahmayadi: Mari Wujudkan Berastagi Berseri

Buka Festival Bunga dan Buah, Edy Rahmayadi: Mari Wujudkan Berastagi Berseri

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, membuka Festival Bunga dan Buah di Berastagi.

(jw/rzd)

Jumat, 5 Juli 2019 | 18:32

Analisadaily (Karo) - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, membuka Festival Bunga dan Buah 2019 di Taman Mejuah-Juah, Jalan Gundaling, Berastagi, Kabupaten Karo. Ribuan masyarakat ikut serta dalam perayaan sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Edy mengajak masyarakat Kabupaten Karo, khususnya dalam upaya bersama mewujudkan Berastagi yang berseri.

"Tidak semua provinsi punya daerah yang sejuk seperti Berastagi ini, untuk itu mari sama-sama kita buat Berastagi ini benar-benar berseri, sehingga ribuan orang akan datang ke mari," kata Edy, Jumat (5/7).

Edy sedikit bernostalgia dengan masa lalunya, ketika masih kecil berkunjung ke Bukit Gundaling.

"Saya ingin Gundaling kembali seperti saat dulu saya masih kecil, ada banyak bunga dan buah di mana-mana, sehingga berduyun-duyun orang datang," kenangnya.

Untuk mewujudkan Berastagi yang berseri, Edy berencana membangun pabrik kompos.

"Saya akan membuat kandang kerbau dan sapi, lalu di sampingnya saya bangun pabrik kompos,  tak jauh di sampingnya ada pabrik pakan ternak, sehingga petani yang ada di Tanah Karo tidak menggunakan pupuk non-organik, karena pupuk tersebut tanah kita jadi rusak," jelasnya.

Edy berpesan agar masyarakat memberikannya kepercayaan untuk membangun Sumut, termasuk Tanah Karo.

"Percaya sama saya, kalau enggak sekarang kita ubah, tidak akan datang wisatawan ke mari, nantinya akan ada alat transportasi Medan-Binjai-Deliserdang-Karo untuk membantu mengangkut bunga, buah, serta sayur dari Tanah Karo. Kita harus bersatu untuk mewujudkan Berastagi yang selalu dirindukan wisatawan, saya berdoa pada Tuhan ini bisa terwujud," ungkapnya.

Bupati Tanah Karo, Terkelin Brahmana menyampaikan, acara Festival Bunga dan Buah akan digelar selama tiga hari dengan tujuan untuk mempromosikan potensi-potensi unggulan di Tanah Karo, serta wadah meningkatkan perekonomian rakyat yang nantinya akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanah Karo.

"Kegiatan ini untuk mempromosikan Tanah Karo sebagai kabupaten pariwisata," ucapnya.

Festival ini merupakan ungkapan terima kasih para petani kepada Tuhan atas panen buah, sayuran, dan bunga yang berlimpah di seluruh kabupaten yang ada di Tanah Karo. Dulu, festival ini disebut Pesta Syukur dan itu berfungsi sebagai ritual agama.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar