BPS: Januari Deflasi 0,24 Persen

BPS: Januari Deflasi 0,24 Persen

(ANTARA/Andika Wahyu)  Deretan mikrolet di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Selasa (18/11). BPS menyatakan deflasi terjadi karena penurunan harga dalam kelompok pengeluaran yang meliputi transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Senin, 2 Februari 2015 | 11:12

Jakarta - ANTARA News, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa terjadi deflasi sebesar 0,24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 118,71 pada Januari 2015.

Menurut data resmi BPS yang diumumkan Senin, ada 51 kota yang mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi di Padang (1,98 persen) dan terendah terjadi di Bandung dan Madiun masing-masing (0,05 persen).

Sementara 31 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Ambon (2,37 persen) dan terendah di Malang (0,04 persen).

BPS menyatakan deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (4,04 persen).

Selama Januari, menurut BPS, terjadi pernurunan harga bensin dan solar, tarif angkutan kota, tarif angkutan udara, serta harga beberapa komoditas termasuk cabai rawit.

Sementara kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok bahan makanan (0,60 persen); makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,65 persen); perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,80 persen); sandang (0,85 persen); kesehatan (0,66 persen); serta pendidikan, rekreasi, dan olah raga (0,26 persen).

BPS mencatat tingkat deflasi tahun kalender (Januari) 2015 sebesar 0,24 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2015 terhadap Januari 2014) sebesar 6,96 persen.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar