BPODT: TCWMF Berdampak Positif Bagi Pariwisata Danau Toba

BPODT: TCWMF Berdampak Positif Bagi Pariwisata Danau Toba

Pagelaran TCWMF 2019.

(jw/rzd)

Sabtu, 15 Juni 2019 | 18:15

Analisadaily (Medan) - Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) yang digelar di Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) berdampak positif untuk pariwisata di kawasan Danau Toba.

"Toba Samosir memiliki potensi yang besar. Apalagi daerahnya berada di kawasan perbukitan yang menampilkan hamparan Danau Toba dengan keindahannya. Seperti di Bukit Singgolom. Hamparan padang rumput yang luas langsung berhadapan dengan Danau Toba," kata Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo, Sabtu (15/6).

Arie menjelaskan, Bukit Singgolom dipilih sebagai tempat perhelatan TCWMF karena geografisnya. Punya potensi tinggi untuk menyedot wisatawan yang ingin melihat keindahan Danau Toba dari ketinggian.

"Potensi seperti ini yang harus terus kita kembangkan. Jadi punya nilai ekonomi kepada masyarakat," jelasnya.

Arie menuturkan, sebelum menggelar TCWMF, pihaknya bersama stakeholder lainnya sudah berkoordinasi dengan masyarakat. Masukan-masukan dari masyarakat selalu dikedepankan.

"Kita harus tetap mendengarkan masukan dari masyarakat. Kita ingin TCWMF adalah event yang juga dari masyarakat, kita kerjakan bersama-sama masyarakat. Jadi punya keunikan sendiri. Paling tidak, kelak terus berkembang TCWMF atau event lainnya yang digelar di Bukit Singgolom bisa memberikan dampak ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat Danau Toba," tuturnya.

Selain menampilkan kolaborasi musik yang apik, TCWMF juga menyajikan berbagai produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Stand-stand UMKM di seputaran arena. Menyajikan produk unggulan khas Danau Toba seperti ulos, kopi, dan kuliner berbumbu andaliman.

"Ini juga salah satu daya tarik dari TCWMF. Pengunjung bisa menikmati produk khas kawasan Toba. Memberikan dampak positif untuk perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Menurut Arie, kawasan Danau Toba kaya akan budaya musiknya. Ajang TCWMF menjadi sarana untuk semakin mempopulerkan musik Toba agar musik Batak semakin mendunia. Didukung juga dengan kreatifitas milenial yang mungkin selama ini belum terangkat.

Arie berharap TCWMF menjadi agenda tahunan di kawasan Toba. Bukit Singgolom diprediksi kembali menjadi tuan rumah TCWMF. "Tahun depan Insha Allah akan kita lakukan lagi yang ketiga. Jadi, ke depan akan lebih banyak lagi negara yang ikut ke sini," ujarnya.

"Karena tagline world music cukup baik di dunia. Jadi Indonesia punya Danau Toba sebagai branding di Internasional. Pastinya pariwisata bakal akan terangkat juga," pungkas Arie.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar