BPJS Kesehatan-Bank KEB Hana Kerja Sama Pemberian Fasilitas Pembiayaan

BPJS Kesehatan-Bank KEB Hana Kerja Sama Pemberian Fasilitas Pembiayaan

Kerja sama pemberian fasilitas pembiayaan

(rel/rzd)

Kamis, 5 Juli 2018 | 16:04

Analisadaily (Jakarta) - Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, Bank KEB Hana Indonesia bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menandatangani kerja sama pemberian fasilitas pembiayaan melalui program Supply Chain Financing (SCF).

Sesuai kesepakatan, akan diberikan fasilitas pembiayaan melalui pembayaran tagihan dari para fasilitas kesehatan (Faskes) yang sudah disetujui BPJS sebelum jatuh tempo. Cara tersebut diharapkan membantu likuiditas Faskes tetap terjaga, sehingga kualitas layanan BPJS kepada masyarakat dapat terus meningkat.

Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPJS dan Bank KEB Hana tentang konfirmasi atas data Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat kepada Faskes yang berkerja sama dengan BPJS. Juga dilakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah Faskes terpilih.

“Kita terus mendukung upaya Pemerintah meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Melalui pemberian pembiayaan kepada Faskes anggota BPJS, kita berharap para Faskes dapat melayani kebutuhan peserta BJPS dengan kualitas layanan yang terus membaik,” kata Direktur Utama Bank KEB Hana, Lee Hwa Soo, Kamis (5/7).

Dikatakan Lee, pihaknya sudah mulai melakukan penjajakan kepada para Faskes yang berminat untuk mendapatkan pembiayaan. Setiap Faskes yang berminat untuk mendapatkan pembiayaan juga dapat menghubungi atau mendatangi cabang terdekat.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso menjelaskan, kerja sama ini akan sangat membantu Faskes dalam mengelola likuiditasnya. Selama ini pembayaran tagihan dari Faskes membutuhkan waktu karena melalui berbagai tahapan.

“Kerja sama seperti ini akan mendorong pelayanan kesehatan kepada peserta BPJS akan semakin berkualitas,” jelas Kemal.

Sesuai dengan Pasal 38 Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2016 bahwa BPJS Kesehatan wajib membayar Faskes atas pelayanan yang diberikan kepada peserta BPJS Kesehatan paling lambat tanggal 15 setiap bulan berjalan, 15 hari kerja sejak dokumen klaim di luar kapitasi diterima lengkap bagi Faskes tingkat pertama dan Faskes lain, serta 15 hari kerja sejak dokumen klaim diterima lengkap bagi fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan.

Menurut Kemal, Faskes seperti klinik dan rumah sakit sangat membutuhkan dana pembayaran klaim BPJS Kesehatan dengan cepat untuk belanja kebutuhan kesehatan seperti obat-obatan, alat medis, dan membayar biaya operasional lainnya. Karena itu, partisipasi lembaga keuangan seperti Bank KEB Hana untuk membiayai tagihan dari Faskes sangat membantu.

Kemal melanjutkan, setelah perjanjian ditandatangani, BPJS Kesehatan dan Bank KEB Hana akan menyiapkan infrastruktur sistem IT untuk pengiriman data tagihan yang telah disetujui atau dibayar. Nantinya secara teknis, Faskes akan mengajukan tagihan klaim dan BPJS Kesehatan akan melakukan verifikasi untuk memberikan persetujuan pembayaran.

“Setelah BPJS Kesehatan memberikan persetujuan, bank baru dapat mencairkan pinjaman kepada Faskes yang telah memenuhi syarat pengajuan klaim. Ketika tagihan itu sudah jatuh tempo, BPJS Kesehatan akan membayar kewajiban dari Faskes kepada bank,” tandas Kemal.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar