BPHN Cerdaskan Milenial Tentang Hukum Melalui 'Tour Sedekah Ilmu'

BPHN Cerdaskan Milenial Tentang Hukum Melalui 'Tour Sedekah Ilmu'

Penyuluhan hukum  BPHN Kemenkumham bagi siswa SMP Suluh, Kamis (1/11)

(rzp/csp)

Kamis, 1 November 2018 | 16:20

Analisadaily (Jakarta) - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusiamelalui Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) lakukan penyuluhan hukum bagi generasi milenial di Sekolah Menengah Pertama di Jakarta.

Kepala Sub Bidang Pengembangan Penyuluh Hukum BPHN Kemenkumham, Rachmat Abdillah mengatakan, penyuluhan dilakukan sejak Rabu 31 Oktober hingga Kamis 1 November 2018. Kegiatan penyuluhan hukum bertema 'Tour Sedekah Ilmu'.

"Ini kegiatan mandiri dari rekan penyuluh hukum di BPHN Kemenkumham, bukan menyerap anggaran APBN," kata Rachmar, Kamis (1/11).

Dijelaskan Rachmat, Tour Sedekah Ilmu adalah program penyuluhan hukum gratis untuk siswa/siswi, bertujuan supaya menjadi kaum milenial yang cerdas dan sadar hukum. Salah satu ciri kemajuan bangsa bisa dilihat dari tingginya jumlah kesadaran hukum masyarakat.

"Kemudian rendahnya angka kejahatan terjadi," ucapnya.

Penyuluh Hukum Muda di BPHN Kemenkumham, Fabian Broto menambahkan, kegiatan penyuluhan hukum dilakukan tidak hanya menyasar pada usia remaja, juga  bagi kalangan Mahasiswa. Selain target penyuluhan hukum untuk siswa tingkat SMP dan SMA.

"Karena kelak merekalah yang akan memegang kendali terhadap negara ini," Fabian menjelaskan.

Tour Sedekah Ilmu sudah berlangsung di 2 SMP di Jakarta. Pertama digelar di SMP Pasar Minggu dan SMP Suluh. Penyuluhan hukum di SMP Pasar Minggu berlangsung pada 31 Oktober kemarin. Sedangkan di SMP Suluh berlangsung pada Kamis 1 November 2018.

Rachmat Abdillah mengungkapkan, para Penyuluh Hukum Muda di BPHN Kemenkumham  terdiri atas Noviana Lisa, Fabian Broto, dan Abdul Rojak yang menyampikan informasi hukum mengenai cerdas bermedia sosial supaya para generasi milenial tidak melanggar ketentuan UU ITE.

Lalu menjelaskan hukuman bagi pelaku bullying disebutkan dalam Pasal 80 Undang-Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Tak hanya siswa, perwakilan guru dan tiga orang mahasiswi UNAS turut hadir dalam kegiatan ini," ucapnya.

Sekedar informasi, Tour Sedekah Ilmu juga membuka kesempatan sekolah-sekolah atau kampus lainnya untuk diberikan penyuluhan hukuman secara gratis. Namun, dengan catatan menghubungi pihak BPHN Kemenkumham.

"Atau follow Akun Twitter @penyuluhanhukum dan berkomunikasi via admin akun twitter  @penyuluhanhukum," Rachmat Abdillah menambahkan.

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar