BPBD Sosialisasi Keselamatan Pelayaran di Danau Toba

BPBD Sosialisasi Keselamatan Pelayaran di Danau Toba

Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis (kiri) memberikan life jaket kepada peserta sosialisasi, Sabtu (4/8)

(jw/eal)

Sabtu, 4 Agustus 2018 | 19:48

Analisadaily (Simalungun) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mengadakan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dan Supervisi Geosite Geopark Kaldera Toba di Harungguan Bolon, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sabtu (4/8).

Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis yang juga ketua panitia kegiatan mengatakan, sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan mitigasi keselamatan pelayaran di Danau Toba.

"Sosialisasi ini penting untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di Danau Toba. Apalagi Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata dunia," kata Riadil.

Riadil menjelaskan, untuk mendukung keselamatan pelayaran di Danau Toba, pihaknya juga telah meminta kepada 6 BPBD di daerah ini untuk membentuk tim SAR. Juga diperlukan pembentukan Pos SAR di setiap dermaga yang ada di sekitar Danau Toba.

"Tidak hanya di Ajibata, Pos SAR harus ada di seluruh dermaga yang ada di Danau Toba," jelasnya.

Asisten Administrasi Umum dan Aset Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Zonny Waldi, mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara, Eko Subowo, mengharapkan agar peserta serius mengikuti acara sosialisasi keselamatan pelayaran tersebut. Sehingga seluruh peraturan pelayaran yang berlaku dapat dipahami dan dilaksanakan oleh para pemilik, nakhoda dan seluruh masyarakat.

"Diantaranya tentang wajib adanya lifejacket dan manifest. Serta aturan jumlah penumpang. Penumpang tidak boleh melebihi jumlah kursi yang ada. Kalau lebih, itu berarti membahayakan atau bahkan bisa dikatakan membunuh penumpang. Karena itu, aturan pelayaran harus dipatuhi semua pihak," ujarnya.

Peserta Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dan Supervisi Geosite Geopark Kaldera Toba

Peserta Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dan Supervisi Geosite Geopark Kaldera Toba

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Muhammad Zein Siregar, yang menyampaikan materi tentang keselamatan pelayaran mengatakan, jika seluruh pemilik, nakhoda dan masyarakat sebagai penumpang mengikuti peraturan pelayaran yang berlaku, mudah-mudahan akan selamat dari bahaya.

"Pentingnya adanya syahbandar di masing-masing dermaga yang ada di Danau Toba. Karena syahbandar paling mengetahui tentang tata kelola penumpang dan pelayaran di seluruh Indonesia. Semoga ini dapat segera terwujud dengan adanya instruksi Mendagri kepada Menhub untuk segera melaksanakan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang syahbandar," ungkapnya.

Turut hadir dalam acara itu Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumatera Utara Zubaidi, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara Mulyadi Simatupang, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus, Kabid Data dan Informasi BMKG Medan Syahnan, LSM pemerhati lingkungan, para pemilik kapal, nakhoda, nelayan dan ratusan masyarakat sekitar.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar