Bom di Sri Lanka, Pemuda Katolik: Keji dan Biadab

Bom di Sri Lanka, Pemuda Katolik: Keji dan Biadab

Petugas keamanan Sri Lanka berjaga di depan gereja pasca ledakan bom, Minggu (21/4) (AP/Daily Mail)

(csp/eal)

Selasa, 23 April 2019 | 21:06

Analisadaily (Jakarta) - Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik mengutuk keras aksi bom bunuh diri di gereja dan hotel di Sri Lanka, Minggu (21/4) kemarin.

Pada saat terjadi ledakan, umat Kristiani di Sri Lanka sedang melaksanakan ibadah Paskah. Akibat perilaku tidak manusiawi ini, sebanyak 310 orang meninggal dunia dan 500 lainnya mengalami luka-luka.

Korban tewas tidak hanya warga setempat, tapi juga ada warga negara asing. Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan tak beradab ini.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik, Karolin Margaret Natasha mengatakan, aksi ini telah mengusik rasa kemanusiaan yang memiliki harkat dan martabat sebagai makhluk ciptaan Tuhan, yang juga punya hak asasi untuk hidup dan berkembang.

Atas kejadian itu, Pemuda Katolik menyatakan dukacita yang mendalam dan prihatin. Simpati kepada para korban yang meninggal dunia dan luka-luka.

"Pemuda Katolik juga mengutuk keras aksi teror yang sangat keji dan biadab ini. Karena, ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Karolina dalam siaran persnya, Selasa (23/4).

"Kami berharap pemangku otoritas di Sri Lanka bisa segera mengungkap pelakunya. Kami juga meminta Pemerintah Indonesia dapat melakukan langkah diplomatis, membantu memulihkan situasi di Sri Lanka, dan memastikan apakah terdapat WNI," sambung Katolina.

Dalam siaran pers ini juga, Pemuda Katolik menyampaikan dukungan kepada Pemerintah, Polri dan TNI untuk mencegah dan melawan terorisme di tanah air.

Tidak hanya itu, Pengurus Pusat Pemuda Katolik menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan anggota Pemuda Katolik di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Melakukan koordinasi dengan pimpinan gereja, pemerintah dan aparat terkait di setiap wilayah jika ada hal-hal mencurigakan dan mengganggu ketertiban umum," tukas Karolina.

(csp/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar