Bom di Sibolga Dirakit Menggunakan Pipa Paralon

Bom di Sibolga Dirakit Menggunakan Pipa Paralon

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, saat memberi keterangan di Medan, Rabu (13/3)

(jw/csp)

Rabu, 13 Maret 2019 | 12:20

Analisadaily (Medan) - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo memaparkan, identifikasi sementara, bom yang digunakan adalah bom lontong dirakit menggunakan pipa paralon yang berisi potasium, serpian besi, paku dan baut.

"Bom lontong, seperti yang dirakit menggunakan paralon. Sama polanya, isi paku, serpian besi. Kemudian, baut dan mor. Yang diamankan petugas ada 4 buah," papar Dedi Prasetyo di Medan, Rabu (13/3).

Dedi mengungkapkan, saat ini petugas yang berada di lokasi masih melakukan olah tempat kejadian dan petugas masih berhati-hati untuk masuk ke rumah karena diduga masih ada bom di dalamnya.

"Petugas kepolisian masih berhati-hati agar tidak menimbulkan korban jiwa kembali untuk mendekati rumah AH," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, ledakan terakhir terjadi pada Rabu (13/3) dini hari pukul 01.20 WIB diduga sengaja dilakukan oleh istri terduga teroris sebagai bom bunuh diri.

Istri dari terduga teroris Husein alias Abu Hamzah diduga meledakkan diri bersama anaknya saat terjadi ledakan di rumahnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara.

“Dua jenazah belum bisa diidentifikasi tim Inafis. Dengan begitu, belum diketahui persis‎ identitas korban. Diduga anak dan istri AH meninggal dunia. Informasi ada 2 orang meninggal. Tapi  kita masih menunggu tim DVI," tambahnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar