BNPB Salurkan Rp 3.8 Triliun untuk Penanganan Bencana Selama 2019

BNPB Salurkan Rp 3.8 Triliun untuk Penanganan Bencana Selama 2019

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, Rabu (13/11)

(rzp/csp)

Rabu, 13 November 2019 | 21:09

Analisadaily (Jakarta) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan Rp 3.8 triliun Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan darurat bencana di Indonesia selama 2019. Nilai tersebut mencapai 96.58 persen dari total pagu senilai Rp 4 triliun.

Kepala BNPB, Doni Monardo menyampaikan, DSP sebesar Rp 4 triliun telah disalurkan Rp 3.87 triliun, namun sebagian masih dalam proses penyelesaian pertanggungjawaban administrasi keuangan.

Pemanfaatan DSP sebagian terserap untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan yang diprioritaskan pada enam provinsi, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

“Data kita, DSP yang telah dikeluarkan untuk penanganan Karhutla mencapai Rp 1 triliun. Di sisi lain, alokasi DSP masih dibutuhkan untuk kesiapsiagaan dan penanganan potensi bahaya hidrometerologi hingga akhir tahun ini,” kata Doni di hadapan Komisi VIII DPR RI, Rabu (13/11).

Saat dengar pendapat, Komisi VIII meminta BNPB memperhatikan catatan penanggulangan bencana tahun 2020, antara lain penyiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana karena peralatan yang ada belum memadai, khususnya untuk penanggulangan bencana yang besar seperti kebakaran hutan dan lahan, tsunami dan banjir akibat musim penghujan.

Kemudian, BNPB diminta untuk meningkatkan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat dan meningkatkan pelatihan relawan kesiapsiagaan bencana dengan melibatkan pesantren dan stakeholders yang lain.

Terkait dengan realisasi anggaran penanggulangan bencana tahun 2019 sampai dengan hari ini mencapai Rp 3.2 triliun dari pagu dana akhir sebesar Rp 4.8 triliun. BNPB masih memiliki sisa anggaran Rp 1,6 triliun.

Realisasi anggaran ini belum maksimal dikarenakan adanya keterlambatan proses lelang dan gagal lelang serta prioritas pada penanganan darurat bencana.

Pada tahun 2020 nanti pagu anggaran BNPB sebesar Rp 700 miliar, yang terdiri dari 3 program, yaitu program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Rp 213 miliar, program penanggulangan bencana Rp 478 miliar, dan program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas Rp 8.9 miliar. Jumlah itu belum termasuk DSP yang dialokasikan sebesar Rp 4 triliun.

Selain pembahasan anggaran, rapat juga membahas mengenai penanganan isu-isu aktual di bidang penanggulangan bencana. Dalam catatan diskusi, BNPB perlu menggalang dukungan melalui dana CSR (corporate social responsibility) dalam penanganan Karhutla.

Dibahas juga mengenai upaya mengatasi abrasi di pantai-pantai yang berdekatan dengan perumahan penduduk. DPR merekomendasikan penanaman pohon secara besar-besaran dan mendukung tersedianya dana kontigensi. Terakhir yaitu upaya pencegahan penyebaran hoaks bencana.

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar