BNPB Dukung Program Desa Bebas Api

BNPB Dukung Program Desa Bebas Api

Peluncuran program Desa Bebas Api (Ist).

(rel/rzp)

Rabu, 17 Mei 2017 | 09:35

Analisadaily (Pelalawan) - Kebakaran hutan kerap kali menghampiri Indonesia, bahkan menjadi rutinitas di setiap tahunnya. Kebakaran hutan kini sudah sering terjadi, khususnya di hutan dan lahan gambut Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera hingga Kalimantan.

Banyak faktor penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut seperti musim kemarau dan pembukaan lahan dengan cara membakar. Akibat dari kebakaran hutan dan lahan, menimbulkan banyak dampak merugikan baik dari segi ekologi hingga ekonomi.

Untuk mencegah dan mengurangi kebakaran hutan dan lahan, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan unit bisnis APRIL Group, kembali meluncurkan program Desa Bebas Api atau Free Fire Village pada tahun 2017 ini.

Program Desa Bebas Api sudah dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Sejak diluncurkan pada tahun 2014 lalu, program desa bebas api mampu menekan terjadinya kebakaran secara signifikan diawali dengan 4 desa, berkembang terus hingga 18 desa yang menjadi pesertanya saat ini.

“Hal ini menunjukkan kesadaran dan upaya masyarakat dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan sangat penting,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, seperti ditulis Analisadaily.com, Rabu (17/5).

Kepala BNPB, Willem Rampangilei menyebut, kunci keberhasilan pencegahan kebakaran lahan dan hutan adalah kolaborasi pemangku kepentingan. Pencegahan kebakaran memerlukan komitmen dan kesadaran yang kuat dari berbagai pihak.

Semua pihak, lanjutnya, juga perlu saling mengingatkan dan menjaga agar hal itu tidak terus terulang. Program desa bebas api dapat berkontribusi dalam menekan kebakaran lahan dan hutan.

“Semoga program yang saat ini dilaksanakan secara lokal ini dapat diperluas atau diadopsi di daerah-daerah lain di Indonesia, dalam upaya pencegahan kebakaran,” sebut Willem.

Program desa bebas api mencakup 5 kegiatan (reward dan incentive, cree leader, agriculture assistant, haze monitoring, dan socialization) tahun ini telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Jika tahun 2016 dilakukan di 50 sekolah, maka tahun 2017 ini dilakukan di 72 sekolah.

Dalam bersosialisasi dilakukan berbagai acara, baik melalui pemutaran film-film di 50 desa, ataupun melalui religius leader dengan melibatkan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) sehingga sosialisasi dilakukan juga lintas agama dan bersama-sama.

(rel/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar