BNPB: 6.000 Lebih Rumah Rusak Pascagempa Maluku

BNPB: 6.000 Lebih Rumah Rusak Pascagempa Maluku

Kegiatan dukungan psikososial (Ist/BNPB)

(rel/rzd)

Jumat, 4 Oktober 2019 | 11:22

Analisadaily (Jakarta) - BPBD Provinsi Maluku mencatat lebih dari 6.000 rumah rusak akibat gempa 6,5 magnitude yang terjadi pada 26 September 2019. Data BNPB per 3 Oktober 2019, pukul 16.00 WIB mencatat rumah rusak 6.184 unit.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, rincian rumah rusak dengan kategori berbeda, yaitu rusak berat 1.990 unit, rusak sedang 1.101 unit, dan rusak ringan 3.093 unit. Selain kerusakan di sektor pemukiman, jumlah fasilitas umum yang rusak sebanyak 56 unit.

“Data dari BPBD Provinsi Maluku, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 34 orang, sedangkan luka-luka 149 orang dan yang masih mengungsi 108.313 orang,” kata Agus, Jumat (4/10).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian warga yang mengungsi dan bukan korban belum memahami terkait dengan status yang ditetapkan pemerintah setempat. Anggapan mereka bahwa selama masa tanggap darurat masyarakat sebaiknya masih di tempat pengungsian.

“Kondisi itu mengakibatkan banyak penyintas yang memutuskan akan tetap di pengungsian hingga masa tanggap darurat berakhir pada 9 Oktober 2019,” ujarnya.

Kondisi saat ini bantuan logistic, baik yang melalui posko provinsi maupun kabupaten, maupun yang langsung turun ke lokasi pengungsian makin merata. BNPB masih terus membantu pemerintah daerah selama masa tanggap darurat.

Bantuan Dana Siap Pakai

BNPB kembali memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 1 miliar untuk operasional penanganan darurat. Di samping itu, logistik berupa tenda gulung 5.000 lembar, matras 3.500 dan selimut 5.000 akan diberangkatkan malam ini menuju Maluku.

“Terkait dengan pelayanan kesehatan, BNPB mengerahkan 3 unit rumah sakit lapangan,” ucapnya.

Pemerintah daerah setempat dan mitra bergerak cepat melakukan kegiatan dukungan psikososial di beberapa titik, seperti Liang, Waai, dan Tulehu. Selain itu, pelatihan evakuasi gedung bertingkat juga diselenggarakan di Kota Ambon.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar