BNN Ungkap TPPU Dari Bandar Narkoba dan Sita Rp 6 Miliar

BNN Ungkap TPPU Dari Bandar Narkoba dan Sita Rp 6 Miliar

Pemaparan kasus TPPU oleh seorang bandar narkoba di Kantor BNNP Sumut, Jumat (12/7)

(jw/eal)

Jumat, 12 Juli 2019 | 14:22

Analisadaily (Medan) - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap bisnis narkoba yang disertai Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam pengungkapan ini seorang bandar narkoba bersama anak dan menantunya diamankan dengan aset yang disita mencapai hampir Rp 6 miliar.

Direktur TPPU BNN, Brigjen Pol. Bahagia Dachi, mengatakan pengungkapan kasus pencucian uang ini bermula saat BNN melakukan penangkapan sejumlah kurir narkoba jaringan internasional di Tanjungbalai, Asahan dan Medan pada 2 Juli dan 3 Juli 2019.

"Saat itu tim BNN sempat melalukan kejar-kejaran dengan para kurir dari Tanjungbalai hingga Batubara," kata Bahagia di Kantor BNNP Sumut, Jalan William Iskandar, Medan Estate, Percut Sei Tuan, Jumat (12/7).

Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan delapan orang tersangka dengan barang bukti yang disita sebanyak 81,8 kilogram narkotika jenis sabu-sabu dan 102.657 pil ekstasi yang berbentuk minion dan lego.

Dari penangkapan tersebut, Bahagia Dachi menjelaskan bahwa petugas melakukan pengembangan dan menangkap salah satu bandar narkoba, Tarmizi di Tanjungbalai, Asahan. Dia ditangkap bersama anaknya Hanafi dan menantunya Amiruddin.

"Tarmizi diketahui sebagai salah satu kaki tangan bandar besar narkoba jaringan Malaysia. Saat ini, tiga orang ini dijadikan tersangka kasus narkoba juga dikenakan pasal pencucian uang dari hasil penjualan narkoba," jelasnya.

Setelah ditelusuri, petugas berhasil menyita uang tunai dari rekening pelaku senilai Rp 2,5 miliar, termasuk aset berupa rumah pribadi di Tanjungbalai dan Medan dan rumah kos-kosan.

"Petugas juga menyita enam unit mobil dari tangan tersangka. Jadi, kalau ditotalkan aset pelaku yang disita petugas senilai hampir Rp 6 miliar," ungkap Bahagia Dachi.

Bahagia Dachi menambahkan bahwa dalam kasus ini, Tarmizi melibatkan istri, anak dan menantunya untuk menampung uang hasil penjualan narkoba dengan membuka rekening di sejumlah bank.

"Dari sinilah kemudian petugas menelusuri seluruh aset milik mereka. Tarmizi sendiri diketahui beristri tiga," sambungnya.

"BNN sendiri hingga kini masih terus mengembangkan kasus ini, dengan mendalami keterangan para tersangka dan mengumpulkan barang bukti lain. BNN menduga, masih banyak lagi aset dari pelaku yang belum disita," pungkas Bahagia Dachi.  

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar