BNN Sumut Musnahkan 6 Kilogram Sabu dan 1.000 Butir Ekstasi

BNN Sumut Musnahkan 6 Kilogram Sabu dan 1.000 Butir Ekstasi

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu, Selasa (6/8)

(jw/csp)

Selasa, 6 Agustus 2019 | 12:29

Analisadaily (Medan) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 6 kilogram dan ratusan butir pil ekstasi, Selasa (6/8).

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial mengatakan, barang haram tersebut diamankan dari tangan empat orang tersangka, yaitu YBL (55) dan OCP (56) warga Kuala Kurau, Malaysia dan AV (32) dan SR (29) merupakan warga Kota Medan.

“Jumlah barang bukti yang disita seberat 6.000 gram, dimunasnahkan seberat 5.810,28 gram (5.8 kg). Pil ekstasi yang disita sebanyak 1.000 butir, dimusnahkan sebanyak 968 butir. Ini hasil tangkapan petugas beberapa waktu lalu," kata Brigjen Pol Atrial di Kantor BNNP Sumut.

Kedua warga Malaysia tersebut diamankan saat berada di tengah Laut Perairan Utara Gesong, Siguragura, Serdang Bedagai. Dari tangan mereka petugas mengamankan sabu seberat 6 kilogram. 

Tidak hanya sampai di situ, lanjut Brigjen Pol Atrial, petugas juga melakukan pengembangan dan hasilnya menangkap dua pelaku lainnya, AV dan SR yang merupakan pemesan.

"Ternyata barang haram itu diterima AV di sebuah penginapan Jalan Seituan. Kemudian AV mengaku diperintah SR untuk mengambil narkoba. AV mengaku diupah Rp 1 juta perbungkus untuk mengambil sabu-sabu itu," terang Atrial.

Setelah AV diamankan, istrinya datang ke lokasi penangkapan AV. "Ternyata, istri AV yang berinisial RS ikut diamankan petugas karena diduga bermufakat dalam kasus ini. RS mengaku disuruh SR datang ke penginapan itu," ucap Atrial.

Usai suami istri ini ditangkap, petugas kembali mengembangkannya untuk penangkapan RS (29) di lobi hotel di kawasan Jalan Danau Toba. "Dia mengakui menyuruh AV dengan imbalan tersebut dan RS juga mengaku barang itu milik P yang saat ini masih dikejar petugas," tuturnya.

Atas perbuatannya  para tersangka dijerat dengan Pasal 114 (2) Pasal 112 (2), Pasal 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman maksimal hukuman mati.

"Barang haram yang kita musnahkan dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 34.000 orang," tegas Atrial.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar