BNN Sumut Amankan Pasutri Pemilik Home Industry Pembuat Pil Ekstasi

BNN Sumut Amankan Pasutri Pemilik Home Industry Pembuat Pil Ekstasi

Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol. Marsauli Siregar, saat memaparkan pasutri yang membuat pil ekstasi, Senin (19/2)

(jw/eal)

Senin, 19 Februari 2018 | 17:01

Analisadaily (Medan) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) membongkar home industry pembuatan ekstasi di Jalan Mawar, Lorong Sejahtera, Medan.

"Petugas kita menggerebek rumah yang dijadikan lokasi pembuatan pil ekstasi pada Rabu (14/2) sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam penggerebekan tersebut, 2 pemilik rumah, 3 pekerja dan 4 pengguna narkoba diamankan dari rumah tersebut," kata Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol. Marsauli Siregar, Senin (19/2).

Marsauli menjelaskan, kedua pemilik rumah yang diamankan yaitu pasangan suami istri (pasutri) DN (36) dan HP (39). Sementara tiga pekerja yang diamankan masing-masing F (31), AE (32) dan ZE (45). Sementara 4 tamu yang kedapatan menggunakan narkoba di rumah itu masing-masing M (30), S (27), R (30) dan AHN (43).

"Ini merupakan home industry kecil-kecilan pembuatan pil ekstasi yang dilakukan oleh tersangka HP dan DN berikut 3 orang pekerjanya," jelas Marsauli.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan 42 butir pil ekstasi warna hijau siap edar, 2 butir pil ekstasi warna merah, 2 butir pil ekstasi warna hijau, 104,5 gram bahan baku berupa tepung warna hijau siap cetak, 25,6 gram bahan baku tepung hijau siap cetak, 1 set alat cetak dari nikel, 1 set blender, 2 martil karet, obat-obatan berupa Chloramphenicol, Mixagrib, Bodrex, Procold, Dextral, bedak gatal, dan 2 bong.

"Dalam kejahatan narkotika ini, HP dan DN meracik pil ekstasi itu dari sejumlah bahan lalu mencetaknya. Mereka dibantu 3 pekerjanya. Pasutri itu mengaku mulai membuat ekstasi sejak dua bulan lalu. Mereka mengaku belum banyak mengedarkannya. Mereka jual Rp 80 ribu per butir," ungkap Marsauli.

Marsauli menambahkan, bahan-bahan yang digunakan tersangka untuk membuat pil ekstasi sangat berbahaya jika dikonsumsi.

"Dapat dilihat dari bahan yang dicampurkan dalam pembuatan pil ekstasi itu. Kita juga masih terus mendalami kasus ini," tukas Marsauli.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar