BNN Gerebek Rumah Dijadikan Pembuat Pil Ekstasi

BNN Gerebek Rumah Dijadikan Pembuat Pil Ekstasi

Barang bukti diamankan BNN.

(jw/rzd)

Jumat, 25 Januari 2019 | 13:42

Analisadaily (Medan) – Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menggerebek salah satu rumah yang dijadikan sebagai tempat pembuatan narkotika jenis ekstasi di Jalan Pukat VIII, Gang Murni, Kelurahan Bantam Timur, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (24/1) malam.

Penggrebekan tersebut langsung dipimpin Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari. Saat penggeledahan berlangsung, petugas menemukan alat cetak dan bahan dasar pembuatan ekstasi.

"Penggrebekan ini dilakukan berdasarkan adanya informasi dari masyarakat," katanya, Jumat (25/1).

Dalam penggrebekan itu, petugas berhasil mengamankan tiga orang tersangka, Gun yang bertugas sebagai peracik dan pencetak esktasi, Irs selaku kurir, dan Rob selaku perantara.

"Dari dalam rumah itu, petugas berhasil mengamankan satu unit alat pencetakan ekstasi beserta peralatan. Kemudian beberapa jenis prekusor dan bahan kimia, baik cair maupun padat serta serbuk warna-warni siap cetak," jelasnya.

Arman menuturkan, sindikat barang haram itu dikendalikan seorang narapidana (Napi) di Lapas Tanjung Gusta Medan bernama Acun. Dalam prosesnya, Acun merupakan penyedia bahan dan pengendali ekstasi tersebut.

Penggerebekan rumah yang dijadikan sebagai lokasi pencetakan ekstasi ini berawal saat petugas BNN menerima informasi masyarakat yang menyebutkan adanya DPO BNN atas nama Rob kembali membuat ekstasi dengan beberapa sindikatnya.

"Rob ini merupakan DPO yang berhasil kabur dalam penangkapan tahun 2017 lalu. Atas laporan itu, kita kemudian melakan penyelidikan dan pengembangan," ungkapnya.

Petugas yang melakukan penyelidikan mengidentifikasi lokasi yang dicurigai sebagai tempat tersangka Rob mencetak ekstasi. Petugas kemudian menyelidiki lokasi tersebut hingga akhirnya melihat tersangka Gun dan Irs sedang melakukan transaksi di lokasi.

"Seketika itu juga anggota BNN melakukan penangkapan dan menemukan sekitar 300 butir ekstasi berwarna cokelat muda di dalam plastik klip dibungkus kertas koran," terang Arman.

Kemudian dilakukan pengembangan lagi dan berhasil mengamankan tersangka Rob di tempat lain. "Gun dan Rob mengaku mendapat bahan dari Acun. Sedangkan sebagian prekursor mereka dapatkan  dari China melalui jasa pengiriman logistik internasional," ucap Arman.

Arman menambahkan, jaringan ini melakukan kegiatan tersebut dengan cara berpindah-pindah. Jaringan ini mencetak barang haram itu sesuai dengan pesanan.

"Sudah satu tahun mereka melakukan kegiatan ini. Barang-barang untuk meracik ekstasi ini mereka sembunyikan bersama dengan bumbu-bumbu dapur untuk mengelabui petugas," tambahnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar