BNN Bongkar Jaringan Narkoba Internasional di Lapas Tanjung Gusta

BNN Bongkar Jaringan Narkoba Internasional di Lapas Tanjung Gusta

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara saat memaparkan  penangkapan jaringan narkoba internasional, Jumat (26/4)

(jw/csp)

Jumat, 26 April 2019 | 15:11

Analisadaily (Medan) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara mengamankan seorang narapidana di Lapas Tanjung Gusta Medan, karena terlibat di jaringan peredaran narkoba internasional.

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Atrial mengatakan, napi itu bernama Khairul Arifin alias Dedek Kunto.Dia diamankan bersama 4 orang jaringannya.

"KA narapidana kasus narkotika dihukum 8 tahun penjara. Dalam kasus ini dia sebagai pengendali peredaran narkoba," kata Atrial di Kantor BNNP Sumut, Jumat (26/4).

Atrial menjelaskan, terbongkarnya jaringan ini setelah Iyan (30) ditangkap di Jalan Lintas Sumatera Desa Padang Halaban, Kecamatan Rantau Utara, Labura, Sabtu (13/4). Iyan disuru mengantarkan sabu 3 kg oleh Sandi (DPO) kepada tersangka Bantut.

Dari penangkapan Iyan, petugas BNN melakukan pengembangan. Selang satu jam, Said Zulham (42) dan Sangkot Hairot (30) diringkus.

Said dan Sangkot kurir sabu yang diperintahkan Sandi (DPO) untuk mengantarkan narkoba kepada Bantut. Petugas mengamankan keduanya di kawasan Kampung Baru, Kota Tanjungbalai.

Bersamaan dengan penangkapan Said dan Sangkot, BNNP melakukan pengembangan dan meringkus Pebriadi Juhri alias Bantut (29) di kawasan Kampung Baru Kelurahan Kartini, Kecamatan Rantau Utara, Labuhan Batu Utara.

"Bantut penerima sabu dari tiga tersangka sebelumnya. Dia juga sekaligus sebagai gudang yang diperintah Khairul Arifin alias Dedek Kunto dari dalam Lapas," terang Atrial.

Dari Bantut, petugas menyita sabu 16 bungkus dengan total 5.602 gram dan 1.900 butir pil ekstasi serta pil happy five sebanyak 330 butir. Sehingga, total sabu yang ditangkap 8.200 gram.

“Sabu-sabu itu dikemas dalam bungkus susu coklat Milo,” tambahnya.

Pada saat penangkapan, masih kata Atrial,  Iyan, Zulham, dan Sangkot terpaksa dilumpuhkan petugas karena mencoba melarikan diri.

"Ketiga tersangka, kita lumpuhkan dengan tembakan terarah dan terukur karena mencoba melawan dan melarikan diri," tutur Atrial.

Dipesan dari Malaysia

Dalam pengembangan ini, petugas mengungkap bahwa Khairul Arifin alias Dedek Kunto memperoleh narkoba dari bandar narkoba Malaysia berinisial D. Khairul yang sudah menjalani  hukuman enam tahun mengendalikan jaringannya menggunakan handphone.

"Kita tahu kan selama ini, napi dilarang memakai Hp. Pengakuan Khairul HP itu diselundupkan tamu yang mengunjunginya. Kita akan berkoordinasi dengan polisi Diraja Malaysia untuk mencaritahu keberadaan D, pemasok sabu ke jaringan ini," ungkap Atrial.

Para tersangka dikenakan pasal 114, Pasal 112, dan Pasal 132 UU nomor 35 Tahun 2009 Tentang Tindak Pidana Narkotika. Ancaman maksimalnya hukuman penjara seumur hidup atau mati.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar