BNN Amankan Sindikat Pemilik 81 Kg Sabu dan 102.657 Butir Ekstasi

Simpan Narkoba di Ban Mobil

BNN Amankan Sindikat Pemilik 81 Kg Sabu dan 102.657 Butir Ekstasi

Ribuan butir pil ekstasi dalam kemasan

(jw/eal)

Kamis, 4 Juli 2019 | 19:29

Analisadaily (Medan) - Badan Nasional Narkotika (BNN) Republik Indonesia menggagalkan penyelundupan 81,8 kg sabu-sabu dan 102,657 butir pil ekstasi di wilayah hukum Sumatera Utara.

Dalam pengungkapan ini, petugas menangkap Adi Putra A, Ardiansyah, Fadli, Hanafi, Amirudin, Zul AB, Nazarudin, Tarmizi, Sulaeman, M. Yusuf Adi Putrama (luka tembak di betis kaki kiri),  M. Yasin (meninggal dunia), Sofyan Hidayat dan Roby S.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol. Arman Depari, mengatakan bahwa awalnya petugas mendapat informasi terkait speed boat yang membawa narkoba berlabuh di perairan Tanjungbalai-Asahan, Sumatera Utara.

Menanggapi informasi tersebut, hari Selasa (2/7) petugas melakukan penyelidikan dan mencurigai mobil Kijang Innova BK 1430 HG. Kemudian petugas mengikuti mobil tersebut dan menghentikannya di perlintasan rel kereta api Simpang Warung Kisaran.

"Petugas lalu melakukan penggeledahan dan menemukan sabu dan ekstasi yang disembunyikan di dalam ban mobil. Dua orang penumpang Adi Putra Tison dan Ardiansyah alias Yuni kemudian diamankan," kata Arman di Medan, Kamis (4/7).

Saat diinterogasi, pelaku mengaku masih menyimpan narkoba di rumah yang berada di Lubuk Palas, Asahan. Petugas kemudian melakukan pengembangan dan menemukan satu unit mobil berisi narkoba di rumah pelaku.

"Dari situ kita juga mengamankan satu orang bernama Fadli yang saat itu sedang menunggu rumah tersebut," ucap Arman.

Petugas kembali melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lain. Salah satunya diketahui menggunakan mobil Honda Jazz BK 1004 VP yang melintas ke arah Batubara. Namun saat petugas melakukan pengejaran, mobil yang ditumpangi petugas disalip oleh mobil Avanza B 1321 KIJ dan mencoba menghalang-halangi.

"Namun petugas terus melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan mobil Honda Jazz tersebut di Jalan Perintis Kemerdekaan, Batubara. Disitu petugas mengamankan dua orang yaitu Hanafi dan Amiruddin. Sementara mobil Avanza yang menghalang-halangi petugas melarikan diri ke arah pelabuhan," terang Arman.

Arman menuturkan, petugas kembali melakukan pengembangan dan mengamankan dua orang Zul dan Nazar. Mereka diamankan di sebuah rumah di dalam kebun sawit di daerah Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, Rabu (3/7).

Selanjutnya petugas kembali menemukan mobil Avanza B 1321 KIJ yang berhasil meloloskan diri dari tangkapan di Jalan Perhubungan Lau Dendang, Medan Tembung. Saat petugas berupaya menghentikan mobil tersebut, pengemudinya berusaha melarikan diri, bahkan menabrak dan berupaya mencelakai petugas.

"Tembakan peringatan diberikan petugas beberapa kali, namun tidak juga dihiruakan. Petugas lalu mengarahkan tembakan ke arah mobil tersebut. Dari dalam mobil keluar tiga orang penumpang Sulaeman, M. Yusuf dan M. Yasin dan mencoba melarikan diri, namun berhasil ditangkap petugas. Dua orang penumpang M. Yasin dan M. Yusuf mengalami luka," tuturnya.

Kemudian petugas membawa keduanya ke rumah sakit Haji Medan untuk mendapat pertolongan. Namun setibanya di rumah sakit M. Yasin dinyatakan meninggal dunia. Sementara M. Yusuf mengalami luka pada betis kaki kiri dan saat ini dirawat di rumah sakit Bhayangkara Medan.

Petugas kembali melakukan pengembangan dan mengamankan Tarmizi alias Geng di salah satu rumah di daerah Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

"Selain narkoba petugas juga menyita barang bukti 1 mobil Toyota Innova BK 1430 HG, 1 mobil Honda Jazz BK 1004 VP, 1 mobil Innova BK 1144 VI, 1 mobil CRV BK 1735 KY, 1 mobil CRV BK 1832 UO, 1 mobil Avanza B 1321 KIJ dan beberapa unit HP. Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di BNNP Sumut untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut," pungkas Arman.   

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar