Bisa Jadi Ada Tersangka Baru dalam Kasus Pemerasan Pejabat PT Telkom Lewat Twitter

Bisa Jadi Ada Tersangka Baru dalam Kasus Pemerasan Pejabat PT Telkom Lewat Twitter

(dtc)

Jumat, 31 Oktober 2014 | 18:16

detikNews - Jakarta, Polda Metro Jaya mengembangkan terus kasus dugaan pemerasan terhadap petinggi PT Telkom yang dilakukan tersangka Edi Syahputra. Termasuk kemungkinan adanya tersangka lain, juga didalami polisi.

"Bisa jadi. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru lagi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Selanjutnya, Rikwanto juga menyampaikan bahwa Edi diduga tidak bermain sendiri. "Dugaannya ini berkelompok," cetus dia.

Sementara ini, penyidik juga masih memperdalam keterangan Edi. Polisi akan menggali soal kemungkinan adanya korban pemerasan Edi lainnya.

Belakangan setelah Edi tertangkap, polisi juga menerima kembali laporan pemerasan dengan modus yang sama yang dilakukan Edi. Korban, Ahmad Satar, dalam laporannya tanggal 29 Oktober 2014 lalu, melaporkan HK atas dugaan pemerasan.

Korban bahkan sudah menyerahkan uang Rp 358 juta kepada HS, setelah diintimidasi melalui pemberitaan miring soal dirinya lewat media elektornik dan sosial media Twitter. Polisi menduga, HS ini masih satu kelompok dengan Edi.

Sebelumnya Kuasa hukum Edi Syahputra, Irwandi Lubis, memberikan penjelasan soal penangkapan kliennya terkait kasus pemerasan pada petinggi PT Telkom. Dia juga mengklarifikasi kabar soal kaitan Edi dan admin triomacan2000.

"Jadi begini soal penangkapan klien kami ini, kami ingin membantah atas berita-berita yang beredar selama ini. Saat ini yang mendampingi klien kami saya dan Fuad Nasution, nanti ada beberapa advokat yang akan bergabung," kata Irwandi, Kamis (30/10/2014).

"Kami mendampingi klien kami 24 jam, dari jam 24.00 WIB malam sampai 10 WIB pagi tadi bahwasannya menurut keterangan klien kami (ES), uang Rp 50 juta yang diberikan itu adalah uang muka dari pembayaran iklan. Mohon ini jangan dipotong, karena ini dari BAP, karena selama ini juga ternyata media Asatunews.com di mana klien kami sebagai komisarisnya ada joint epontment (kerjasama) dengan Telkom dalam kontek pemasangan iklan," sambungnya. (mei)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar