Berkat Usaha Pangkas, Kakek Ini Berangkat Ibadah Haji

Berkat Usaha Pangkas, Kakek Ini Berangkat Ibadah Haji

Burhanuddin bin Jarayo Rangkuti dan Siti Asni Binti Kari Jungjung pasangan jemaah calhaj Kloter 14/MES asal Mandailing Natal saat di Asrama Haji, Medan, Jumat (11/8)

(jw/csp)

Jumat, 11 Agustus 2017 | 22:26

Analisadaily (Medan) - Berbeda dengan calon haji lainnya, Burhanuddin bin Jarayo Rangkuti, calhaj asal Mandailing Natal, yang berprofesi sebagai tukang pangkas akhirnya dapat memenuhi harapannya untuk menunaikan ibadah haji.

Burhanuddin yang merupakan warga Desa Tano Bati, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal menunaikan ibadah haji bersama istrinya Siti Asni Binti Kari Jungjung.

Burhanuddin menggeluti usahanya selama 52 tahun lebih. Pengakuannya, sejak tahun 1965, pertama sekali menjadi tukang pangkas di kota Medan dan pada 1968 dia kembali ke kampung halaman, Desa Tano Bato.

"Balik ke kampung halaman karena tuntutan ekonomi, yang tidak cukup untuk dua orang anak. Apalagi, kota besar seperti Medan,” katanya.

Selama di kampung, profesi itu terus dijalaninya, termasuk membiayai kebutuhan keluarga. Dia melakukannya dengan berkeliling dan keluar masuk kampung. Memang, Burhanuddin yang sudah bercita-cita menunaikan ibadah haji dengan istrinya, sejak mereka menikah.

Saat ini Burhanuddin berusia 74 tahun, dan hingga sekarang profesinya masih ditekuni. "Penghasil saya dari upah pangkas itu saya tabung untuk menunaikan ibadah haji bersama istri. Alhamdulillah, saya dan istri menunaikan rukun Islam kelima ini," ucapnya.

Burhanuddin berharap dirinya dan seluruh jamaah haji diberikan Allah SWT kesehatan, kekuatan, keselamatan serta kemudahan dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji, umroh dan ibadah ibadah lainnya, baik di Madinah maupun di Makkah.

"Semoga kami diberi kesehatan dan keselamatan selama melaksanakan ibadah di tanah suci dan kembalinya ke tanah air menjadi haji yang mabrur," harap ayah 16 anak tersebut.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar