Berkas Tersangka KM Sinar Bangun Akan Dilimpahkan ke PN Medan

Berkas Tersangka KM Sinar Bangun Akan Dilimpahkan ke PN Medan

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Sumanggar Siagian.

(jw/rzd)

Rabu, 12 September 2018 | 14:47

Analisadaily (Medan) - Berkas dua tersangka KM Sinar Bangun sudah P21. Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tinggal menunggu tahap dua, yaitu penyerahan barang bukti dan tersangka untuk segera disidangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan, dua berkas tersangka KM Sinar Bangun yang telah mereka terima adalah nahkoda sekaligus pemilik KM Sinar Bangun, Poltak Saritua Sagala, dan Kapos Simanindo, Golpa F Putra.

"Dua berkas itu sudah kita P21-kan, tinggal menunggu dari penyidik untuk melimpahkan ke kita tahap duanya, yaitu barang bukti dan tersangkanya," katanya, Rabu (12/9).

Sumanggar menjelaskan, apabila tahap kedua dari penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sumut sudah menyerahkan barang bukti dan tersangka, maka akan segera dilimpahkan pihaknya ke PN Medan.

"Jadi, kita menunggu tahap dua dari penyidik Polda Sumut. Setelah itu akan kita limpahkan berkas perkaranya ke PN Medan," jelasnya.

Disinggung mengenai berkas tersangka lainnya, Sumanggar menambahkan, berkas tersangka lainnya masih mereka teliti karena masih ada yang kurang lengkap.

"Berkas yang lain masih kita teliti kelengkapannya secara yuridisi, makanya kita kembalikan ke penyidik," tambahnya.

Untuk diketahui, sampai dihentikannya pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasi 24 orang. 21 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan 3 orang dalam keadaan meninggal dunia. 164 orang masih dinyatakan hilang.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian sudah menetapkan 5 orang tersangka.‎ Kelima tersangka adalah Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahan, Nakhoda Kapal Motor Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala.

Kemudian Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F Putra dan Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar