Berdasarkan Pemetaan, Tim Cakra Yakin Jokowi-Ma’aruf Menang

Berdasarkan Pemetaan, Tim Cakra Yakin Jokowi-Ma’aruf Menang

Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Istimewa)

(eal/csp)

Selasa, 12 Maret 2019 | 13:12

Analisadaily (Banten) – Sekretaris Jenderal Tim Tim Cakra 19, Eko Wiratmo mengatakan, tim sudah melakukan pemetaan untuk merebut dukungan massa di Provinsi Banten. Dan, mereka yakin, masyarakat Banten akan lebih memilih calon presiden yang terbukti berpengalaman

“Berdasarkan data yang ada, perolehan suara Capres 01 dan Capres 02 di Tanah Jawara masih bersaing ketat. Tetapi, kita sudah memetakan, mudah-mudahan ke depan, ini akan di atas (prosentasenya). Targetnya di atas 50 persen," ucap Eko Selasa (12/3).

Ia melanjutkan, selain dikenal religius, masyarakat Banten cukup rasional dalam menentukan siapa pemimpin yang akan dipilihnya kedepan. Tentunya dengan memperhatikan rekam jejak, prestasi dan pengalamannya dalam memimpin.

"Saya optimis masyarakat Banten saat ini akan lebih objektif menilai calon pemimpin yang berpengalaman. Kebijakannya apa saja, dampak yang dirasakan bagaimana, pembangunannya seperti apa. Itu semua pasti akan jadi pertimbangan," jelas Eko saat menggelar deklarasi dukungan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Menurutnya, semakin maju perkembangan zaman maka semakin tinggi pula kesadaran masyarakat untuk mengetahui lebih jauh siapa calon pemimpin yang akan dipilih. Apalagi, dari periode pertamanya, Jokowi dinilai mampu melahirkan banyak prestasi.

"Selama memimpin, Pak Jokowi mendapat banyak prestasi. Hal itu bisa dicek hingga ke daerah-daerah, bahkan termasuk di Provinsi Banten ini. Semua bisa dirasakan," sambungnya.

Eko memaparkan, segudang prestasi periode pertama kepemimpinan Jokowi, di antaranya pembangunan infrastruktur yang gencar dikerjakan secara merata, penetapan BBM satu harga, menguasai mayoritas saham pertambangan dan migas, serta mensertifikasi tanah-tanah rakyat guna menghindari konflik agraria.

"Prestasinya ada, sudah terbukti. Pengalamannya pun jelas, dari Wali Kota, Gubernur, hingga Presiden. Beliau tahu dan mengerti betul bagaimana menjadi seorang pemimpin," paparnya.

Sederhana dan Merakyat

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research dan Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengungkapkan, bukan hal aneh suara Jokowi diberbagai survei mendominasi. Lantaran, Jokowi diuntungkan karena punya kelebihan, seperti kepribadian yang sederhana dan merakyat.

"Melayani dan dekat dengan rakyat, hampir tak ada jarak. Setelah berkuasa tetap tidak ada perubahan, tetap menjadi presiden yang merakyat, karena memang lahir dari rakyat," terangnya dikonfirmasi terpisah.

Masih kata Pangi, rakyat di banyak daerah lebih memilih sosok pemimpin yang dianggap mewakili, bukan pemimpin dari keluarga biru atau bangsawan. Dengan alasan, masyarakat menganggapnya lebih peka dengan persoalan yang muncul di tengah mereka.

"Pak Jokowi sosok pemimpin yang mau mendengar, langsung turun melihat persoalan, sosok yang sederhana dan tak ada beban menyalami, menyapa rakyat manapun. Saya melihat Jokowi adalah presiden yang egaliter, cair berkomunikasi diselingi sedikit humor, mulai dari rakyat bawah sampai elite," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, perpaduan antara aspek kepribadiannya dengan prestasi yang ditorehkan selama memimpin, membuat popularitas Jokowi makin positif di tengah masyarakat. Meskipun dalam prosesnya, dia kerap kali diserang fitnah dan isu hoax.

"Sangat besar pengaruhnya, karena rakyat senang dengan pemimpin yang sederhana dan merakyat, ditambah lagi berpengalaman. Kebijakannya memihak dan membela rakyat," tandasnya.

(eal/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar