Beraksi di 21 Lokasi, Pelaku Curanmor Ditembak Polisi

Beraksi di 21 Lokasi, Pelaku Curanmor Ditembak Polisi

Pelaku Curanmor dihadiahi timah panas

(jw/rzd)

Kamis, 12 September 2019 | 10:15

Analisadaily (Medan) - Tim Pegasus Polsek Percut Sei Tuan mengamankan dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) beserta seorang penadah. Dalam penangkapan ini, petugas menembak kedua kaki seorang pelaku karena mencoba melawan dan melarikan diri.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Aris Wibowo mengatakan, kedua pelaku Curanmor tersebut adalah APU alias Nanda Black (25) warga Jalan Datuk Kabu atau Pasar III, Kecamatan Medan Denai, dan SKL alias Mbak Vee (21) warga Jalan Kenari XIV, Kelurahan Kenangan, Percut Sei Tuan.

Selain kedua pelaku diamankan, petugas juga berhasil mengamankan penadah barang curian, J alias Emak Ayam (50) warga Jalan Datuk Kabu, Kecamatan Percut Sei Tuan.

"Dalam penangkapan tersebut satu orang pelaku kita lumpuhkan, APU alias Nanda Black. Pelaku kita beri tindakan tegas karena melawan petugas saat pengembangan dilakukan," katanya, Kamis (12/9).

Penangkapan terhadap komplotan Curanmor tersebut berdasarkan tiga laporan masyarakat yang masuk ke Polsek Percut Sei Tuan. Masing-masing laporan tertuang dalam LP : 1929 / K /2019 / SPKT Percut Sei Tuan, 18 Juli 2019 pelapor atas nama Sugianto, LP : 2216 / K / VIII / 2019 /SPKT Percut Sei Tuan, 21 Agustus 2019, pelapor atas nama Andre Pratama dan LP / 2279 / VIII / 2019 / SPKT Percut Sie Tuan 27 Agustus 2019, pelapor atas nama Haris Sulistianto.

Dalam laporan terbaru, korban Haris Sulistianto, merupakan warga Jalan Denai Gang Drum, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, bertemu dengan SKL alias Mbak Vee, yang tak lain teman wanita pelaku APU alias Nanda Black.

Mereka bertemu di dekat sebuah kafe yang berada di tanah garapan di Jalan Kamboja, Kecamatan Percut Sei Tuan pada Rabu (27/8) sekitar pukul 20.30 WIB. Korban dan pelaku SKL alias Mbak Vee berkenalan melalui pesan singkat di media sosial.

Kemudian korban diajak bertemu di lokasi kejadian. Begitu bertemu, saat SKL alias Mbak Vee mau dibawa menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam BK 4219 AEY milik korban, tiba-tiba kendaraannya dihadang APU alias Nanda Black. Pelaku memukul kepala dan wajah korban menggunakan martil sebanyak tiga kali.

"Saat itu juga kedua pelaku merampas sepeda motor dan telepon genggam korban. Mereka meninggalkannya di lokasi. Korban meminta pertolongan warga yang kebetulan melintas agar membantunya membuat laporan ke kantor polisi," terang Aris.

Setelah menerima laporan korban, Tim Pegasus melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku. Tim Pegasus mendapat informasi APU alias Nanda Black sedang berada di tanah garapan Lau Dendang, Jalan Kamboja, Percut Sei Tuan pada Selasa (10/9) sekira pukul 18.00 WIB.

Setibanya di lokasi, tim mengintai pelaku dari kejauhan. Begitu pelaku melintas dengan mengendarai sepeda motor Yamaha RX King, tim langsung menghadang dan berhasil menangkapnya.

"Saat diinterogasi, pelaku mengaku mencuri motor dan telepon genggam korban. Kemudian dilakukan penangkapan kepada SKL alias Mbak Vee," jelasnya.

Berdasarkan keterangan keduanya, penadah barang hasil curian J alias Emak Ayam turut diamankan. Namun saat mencari barang bukti, APU alias Nanda Black mendorong petugas untuk melarikan diri.

"Karena tak mengindahkan tembakan peringatan akhirnya kedua kakinya kita tembak. Setelah diinterogasi, kepada petugas APU alias Nanda Black mengaku sudah beraksi di 21 lokasi," ucap Aris.

Untuk wilkum Percut Sei Tuan sebanyak 13 lokasi, Medan Kota lima lokasi, Medan Timur satu, dan Deli Serdang dua lokasi. Dari 21 lokasi tersebut pelaku selalu berhasil menggasak sepeda motor korbannya.

Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti satu buah martil, satu helm, satu unit sepeda motor yang dipakai pelaku, dua handphone serta satu kalung.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar